KPAI dan LPSK Bersama Grab Indonesia Berkomitmen Cegah Perdagangan Orang

(Kiri-kanan) Neneng Goenadi - Grab Indonesia, Susanto - KPAI, dan Hasto Atmojo Suroyo LPSK saling berkolaborasi untuk melakukan pencegahan tindak perdagangan manusia dan kekerasan seksual pada anak.
(Kiri-kanan) Neneng Goenadi - Grab Indonesia, Susanto - KPAI, dan Hasto Atmojo Suroyo LPSK saling berkolaborasi untuk melakukan pencegahan tindak perdagangan manusia dan kekerasan seksual pada anak, Di kantor KPAI Jakarta. Selasa (3/9). Foto: Anisa Tri K/Indonesiainside.id

Oleh: Anisa Tri K

Indonesiainside.id, Jakarta – Dalam upaya perlindungan dan pencegahan tindak pidana perdagangan anak, Grab Indonesia bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menjalin sebuah kolaborasi. Kerjasama antar tiga lembaga ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, serta untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang dan eksploitasi seksual komersial anak.

Bertempat di kantor KPAI Jakarta pada Selasa (9/3), kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara KPAI, LPSK, dan Grab Indonesia. Dalam pelaksanaannya, ketiga insitusi ini akan saling berkoordinasi, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melatih para mitra pengemudi ojek daring, Grab lewat pelatihan Grab Academy.

Pelatihan ini bertujuan untuk mengenali dan membantu pelaporan dugaan kasus tindak pidana perdagangan orang, dan eksploitasi seksual komersial anak yang cukup marak terjadi.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan, tindak pidana perdagangan anak dan kekerasan seksual anak di Indonesia menjadi isu yang harus ditangani secara serius.

“Dalam upaya melindungi dan pencegahan, perlu adanya kerja sama antara berbagai pihak. Baik dari instansi pemerintah maupun pihak swasta,” ujar Susanto.

Ia menambahkan, KPAI sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Grab Indonesia. “Saya berharap, Grab terus melakukan inovasi untuk terus memastikan anak Indonesia terlindungi dari kekerasan seksual,” tegasnya.

Sebagai lembaga yang menangani perlindungan dan bantuan terhadap saksi dan/atau korban, Hasto Atmojo Suroyo selaku ketua LPSK menjelaska, jika dalam kurun dua tahun terakhir, pihaknya mendapat laporan jika kasus perdagangan orang dan kekerasan seksual terhadap anak terus mengalami peningkatan. Untuk itulah, LPSK berharap, dengan adanya kolaborasi ini bisa mencegah kasus ini terjadi di masyarakat.

“Kerjasama ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang dampak sosial dari kasus perdagangan orang dan kekerasan seksual terhadap anak. Untuk itu, kami sangat mendukung dan ini patut dicontoh oleh pihak swasta lainnya,” ujar Hasto.

Ditempat yang sama, Managing director Grab Indonesia, Neneng Goenadi menjelaskan, jika kerja sama ini adalah salah satu prioritas utama Grab. “Kami terus meingkatkan komitmen dalam upaya keselamatan bagi perempuan dan anak di Indonesia. Upaya yang kami lakukan saat ini, diharapkan bisa membantu memeberantas tindak kriminal ini,” jelas Neneng. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here