MUI: Nama Pak Habibie Sudah Melekat di Hati Masyarakat

MUI: Nama Pak Habibie Sudah Melekat di Hati Masyarakat
Logo Majelis Ulama Indonesia (MUI). Foto: Istimewa

Oleh: Ahmad ZR

Indonesiainside.id, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia menyampaikan duka yang sangat mendalam atas wafatnya Bapak Prof Bacharuddin Jusuf Habibie. “Semoga almarhum husnul khotimah diampuni semua dosa dan kesalahannya, dilipat gandakan pahala amal ibadahnya dan diberikan tempat yang mulia di sisi Allah SWT, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, kekuatan dan ketabahan,” kata Waketum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi di Jakarta, Kamis (12/9).

Ia menyatakan, seluruh masyarakat Indonesia kehilangan seorang putra terbaik bangsa yang menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia. “BJ Habibie namanya sudah menjadi legenda yang melekat di hati seluruh rakyat Indonesia, bukan saja karena beliau sebagai mantan Presiden RI ke 3, tetapi almarhum adalah tokoh nasional yang memiliki segudang prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Menurut Zainut, pemimpin yang membuka kran demokrasi yang hampir tersumbat sehingga rakyat Indonesia dapat kembali menikmati kebebasan dan kemerdekaan yang hampir tiga dekade tidak dapat dirasakan. “Profesor BJ Habibie adalah sosok intektual muslim yang menjadi penggerak bangkitnya gerakan modernisasi Islam di Indonesia,” katanya.

Pak Habibie adalah Ketua Umum pertama organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang menjadi wadah berhimpunnya para kaum terdidik (intelectual) dari kalangan kelas menengah kaum santri Indonesia. Sebagai seorang suami dan ayah dari sebuah keluarga, Pak Habibie telah memberikan contoh dan teladan bagi keluarga Indonesia, bagaimana membangun sebuah rumah tangga yang harmonis, rukun dan penuh dengan kehangatan, cinta dan kasih sayang.

“Selamat jalan Bapak BJ Habibie, seluruh rakyat Indonesia mengiringimu dengan doa menuju tempat keabadianmu, semoga Allah SWT merahmatimu,” ucapnya.

Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia di usianya yang ke-83 tahun. Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu meninggal di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, karena sakit. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here