Sisi Lain Habibie (2): Kisah Sang Ibu Sewakan Kamar Habibie untuk Biaya Kuliah

Oleh: Azhar AP

Indonesiainside.id, Jakarta – Pada hari yang dinanti-nantikan, BJ Habibie berangkat ke Jerman Barat. Dia menumpang pesawat KLM (Royal Dutch Airlines). Inilah kesempatan pertama Habibie naik pesawat terbang.

Ibunya, Ny RA Tuti Marini ditinggal di Bandung. Sang ibu senang anaknya bisa belajar di luar negeri. Tapi terbayang, betapa besar biaya yang harus dia cari demi impian anaknya.

 Ny RA Tuti Marini
Ibu BJ Habibie, Ny RA Tuti Marini. Foto: Dokumen BJ Habibie

Sementara di Bandung juga belum terlalu lama setelah hijrah dari Makassar. Pilihan pindah itu pun karena ingin menemani anaknya yang lebih duluan merantau di Jakarta dan Bandung, untuk melanjutkan tingkat SMA.

Padahal, mencari sekolah di Bandung saja tidak mudah bagi Habibie karena waktu itu dia belum fasih berbahasa Indonesia. Dia hanya bisa berbahasa Belanda. Karena faktor komunikasi, Habibie sempat turun kembali ke SMP.

Sementara di Jerman, Habibie terbayang sepi tanpa saudara dan ibunya. Dia juga terbayang dari mana ibunya mendapat biaya sekolah. Tapi, masa-masa itu dia lewati dengan belajar sungguh-sungguh.

Kalau pun tidak sungguh-sungguh, Habibie sudah terbayang akan pulang dengan tangan kosong. Salah satu syarat yang harus dilalui, dia memang harus lulus tiap kali ujian atau berhenti kuliah.

Di negeri orang, Habibie bertekad jadi orang sukses, harus berhasil. Kasihan ibunya di Bandung bekerja seorang diri demi membiayai pendidikannya.

Ibunya juga sama. Dia tidak ingin anaknya gagal gara-gara biaya. Untuk menopang penghasilan, ibu Habibie akhirnya membuat perusahaan yang deliberatif nama Srikandi NV. Usaha ekspor dan impor ini tidak sia-sia. Dari hasil usahanya, dia membeli dua rumah di Bandung.

Menukil pernyataan ibu Habibie dalam buku yang ditulis A Makmur Makkah berjudul: Mr Crack dari Parepare, sang ibu ingin semua anak-anaknya bebas bersekolah di mana saja asalkan benar-benar rajin dan tekun.

“Saya memilih Rudy (Habibie, sekolah di Jerman) karena anak itu kelihatan lebih serius dalam hal belajar. Sampai-sampai di balik pintu pun, ia bisa membaca buku dengan asyiknya. Sebenarnya kasihan adiknya, yang minta disekolahkan di luar negeri. Tapi bagaimana, waktu itu, Rudy saja harus saya lepas semua tabungan. Pokoknya habis-habisan. Saya jual perhiasan. Sebagai janda yang tidak memiliki koneksi terpaksa saya harus berjuang sendiri demi anak. Sementara Fanny (adik Habibie) sudah saya bujuk agar bersabar, menunggu kakaknya tamat, ternyata tidak mau. Ia langsung ke Surabaya memilih Angkatan Laut.” Demikian diceritakan Ibu Habibie dalam buku cetakan ketiga pada Agustus 2019 tersebut.

Pada tahun 1955 itu, mahasiswa Indonesia yang belajar di Achen, Jerman, semuanya mendapatkan beasiswa kecuali Habibie. Dia hanya seorang diri yang belajar dengan biaya dari orang tua.

Dari paspor saja, hanya Habibie yang memegang paspor hijau. Lainnya, semua mahasiswa mengantongi paspor dinas RI. Namun Habibie tidak berkecil hati.

Habibie hanya punya satu target, cepat selasai dan pulang ke Bandung membantu ibunya. Musim liburan digunakan untuk tetap ikut ujian atau mencari uang untuk membeli buku.

Sementara teman-temannya, di samping dapat beasiswa, semua kebutuhan sudah ditanggung. Mulai uang sekolah, uang buku hingga uang pakaian.

Belajar ke Jerman adalah buah atas perjuangan Habibie sendiri dan ibunya, Ny RA Tuti Marini. Habibie sempat mencari beasiswa, namun jurusan yang dia tuju sudah tutup.

Hanya ada satu jalan, Habibie berangkat dan kuliah dengan biaya sendiri. Pemerintah hanya memberikan kemudahan dan legalitas mahasiswa untuk membeli valuta asing sebagai biaya selama di Jerman.

Kabar ini dia sampaikan ke ibunya, dan mendapat restu. Habibie menyadari bahwa bapaknya telah tiada. Ibunya hanya seorang diri berusaha memikul beban keluarga.

“Bagaimana caranya, Bu?” ungkap Habibie kepada ibunya perihal restu kuliah ke luar negeri. “Kamarmu akan saya sewakan dan Insya Allah saya membiayaimu sampai selesai,” jawab sang ibu meyakinkan Habibie, masih dalam buku “Mr Crack dari Parepare yang penuh kisah inspiratif dari sang tokoh; BJ Habibie. (Aza)

Berita terkait

Sisi Lain Habibie (3): Lahir Dibantu Sanro, Sejak Kecil Sudah Suka Pesawat

Oleh: Azhar AP Indonesiainside.id, Jakarta - Almarhum Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada hari Kamis, tanggal 25 Juni 1936. Kelahirannya bertepatan dengan...

Sisi Lain Habibie (1): Sebelum Kuliah di Jerman, Dia Sempat Belajar di Belanda

Oleh: Azhar AP Indonesiainside.id, Jakarta - Presiden ketiga RI BJ Habibie memang dikenal mengenyam pendidikan kedirgantaraan di Jerman. Lulus S1 hingga S3 di negeri itu,...

Berita terkini

Penjualan Mobil Honda Naik, Didukung Promosi Secara Daring

Indonesiainside.id, Jakarta - Honda Prospect Motor (HPM) mencatatkan penjualan 2.488 unit mobil pada Juni 2020, naik 93 persen dibandingkan penjualan Mei. Lebih dari 50...
ads3 mekarsari

Riset: Covid-19 Menyebabkan Kerusakan Otak dan Saraf

Indonesiainside.id, Jakarta - Sebuah penelitian baru menemukan dampak yang membahayakan dari infeksi virus corona. Selain kerusakan paru-paru, infeksi Covid-19 dapat menyebabkan kerusakan otak,...

Penolak Reklamasi Ancol Diwarnai Aksi Bakar Ban

Indonesiainside.id, Jakarta - Aksi bakar ban meramaikan aksi demonstrasi beberapa pemuda dan mahasiswa di depan gerbang Ancol Barat, Jakarta Utara. Mereka menolak reklamasi pantai...

Pasien Covid-19 di DKI Jakarta Tembus 13.069 Kasus

Indonesiainside.id, Jakarta--Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengumumkan jumlah kasus positif paparan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Ibu Kota menembus angka 13.069 kasus dengan...

Berita utama

Malaysia Laporkan Hanya 5 Pasien Sembuh, tapi Kasus Barunya 3 Orang, Nihil Meninggal selama 24 Hari

Indonesiainside.id, Jakarta - Malaysia melaporkan hanya 5 pasien sembuh dari kasus Covid-19 di negara itu. Namun, kasus barunya per hari ini, Selasa (8/7), hanya...

Jika Warga di Makassar Masih Bandel Juga, Mendagri Minta Gugus Tugas Sulsel Tak Kalah Garang

Indonesiainside,id, Makassar - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak kalah garang dari warga yang...

Data Bocor, Masih Amankah Bertransaksi di Tokopedia?

Indonesiainsie.id, Jakarta - Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menilai bahwa Tokopedia masih memiliki jaringan yang cukup aman untuk para penggunanya dalam melakukan...

Tommy Restui Kader Partai untuk Menjewer Anggota yang Ingin Munaslub

Indonesiainside.id, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), memberikan restu kepada DPP dan DPW Partai Berkarya untuk melaksanakan Musyawarah...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here