MUI Minta Pembakar Lahan Bertaubat karena Telah Merusak Alam

Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin (UZR)
Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI), Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin (UZR). Foto: Istimewa

Oleh: Ahmad ZR

Indonesiainside.id, Jakarta — Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustadz Zaitun Rasmin meminta para pembakar hutan dan lahan agar bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah. Menurut dia, para pembakar lahan telah melakukan kerusakan alam di muka bumi.

Kepada pemerintah pusat sebagai penanggung jawab, diminta intropeksi atas musibah yang mengakibatkan banyaknya korban terdampak Infeksi Saliran Pernapasan Akut (ISPA) ini.

“Kita harus banyak bertaubat. Apabila ada pihak yang membakar harus dihukum seberat-beratnya, termasuk juga disikapi oleh berbagai pimpinan nasional untuk bisa bertaubat,” kata Ustadz Zaitun di kantor MUI, Jakarta, Rabu (18/9).

Sementara, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menilai aspek pencegahan tidak berjalan dengan baik. Pemerintah, ujarnya, perlu melakukan pembenahan yang menyeluruh dan sistematis, mulai dari hulu hingga hilir terhadap semua aspek kehutanan.

“Salah satu caranya yaitu menerapkan konsep manajemen hutan dengan sungguh-sungguh,” katanya di Jakarta, Rabu.

Di era sekarang, jelasnya, konsep manajemen hutan telah berkembang menjadi sangat kompleks. Hal ini dikarenakan luas dan potensi hutan semakin menurun, sedangkan kebutuhan sumberdaya hutan semakin meningkat.

Ditambah, jika ada permasalahan di tengah masyarakat seperti pengakuan hak-hak adat dan pembagian distribusi manfaat hutan yang semakin merebak. Dengan kondisi seperti ini, keutuhan fungsi ekosistem dan keberlanjutan harus menjadi prioritas.

“Selain itu, dampak pembangunan terhadap lingkungan harus menerapkan sistem analisis mengenai dampak Iingkungan,” katanya.

Ia menyatakan, konsep manajemen hutan perlu menjunjung tinggi nilai-nilai transparan, akuntabel, koordinatif dan inklusif. Diharapkan mampu menciptakan sense of belonging yang tinggi mengenai hutan baik dari masyarakat, pemerintah, sampai pengusaha.

“Insya Allah ini dapat memperkecil berbagai kemungkinan penyelewengan yang terjadi dalam pengelolaan sumber daya hutan kita,” ujarnya. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here