Dukung Aksi Mahasiswa, IMM Cabang Malaysia Tolak Pelemahan KPK

demo mahasiswa
Seorang warga berada di halte Trans Metro Pekanbaru ketika menunggu hujan reda di Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (25/9/2019) malam. Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru diharapkan dapat memadamkan kebakaran hutan dan lahan serta meredakan kabut asap di Kota tersebut. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/nz

Oleh: Eko P

Indonesiainside.id, Jakarta – Melihat upaya pelemahan atas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui UU KPK baru dan pemilihan pimpinan KPK yang bermasalah, Pimpinan Cabang Istimewa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PCI IMM) Malaysia menolak tegas UU KPK yang baru disahkan Pemerintah dan DPR 17 September 2019 lalu.

“Sikap pemerintah Jokowi mencederai semangat reformasi,” ujar Ketua PCI IMM Malaysia Ahmad Zaki Annafiri, Kamis (26/9).

IMM menyatakan penolakan UU KPK yang baru disahkan, karena mengabaikan aspirasi pegiat antikorupsi dan KPK itu sendiri. Keberadaan Dewan Pengawas hanya akan mengancam independensi KPK.

IMM Malaysia juga menolak Rancangan KUHP karena tidak sesuai dengan urgensi saat ini, terlalu membatasi hak-hak warga negara, dan mencederai demokrasi, menolak RUU Pertanahan karena mampu mengkriminalisasi korban penggusuran dan menguntungkan mafia tanah, dan menolak UU Pesantren karena tidak mengakomodir aspirasi ormas Islam yang beragam.

“Menuntut pemerintah untuk serius, demokratis, dan menjunjung tinggi keadilan terhadap isu Papua, kriminalisasi aktivis demokrasi dan agraria, kerusakan lingkungan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” katanya.

IMM juga mendukung penuh aksi mahasiswa dalam upaya mengadvokasi sikap yang sejalan dan menjalankan fungsi demokratisasi pemerintahan. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here