Gerindra Minta Pemerintah Serius Tangani Papua

kerusuhan wamena
. Pengendara melintasi Kantor Bupati Jayawijaya yang terbakar saat kerusuhan terjadi di Wamena, Jayawijaya, Papua, Senin (23/9). Foto: Antara

Oleh: Muhajir

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota DPR Fraksi Gerindra,┬áMartin Hutabarat, meminta pemerintah lebih serius menangani masalah yang kini tengah bergejolak di Papua. Dia mengusulkan agar para petinggi negara melakukan pendekatan dengan hati dengan masyarakat Papua.

“Yang paling mendesak saat ini soal Papua, ini sangat serius. Kami sangat prihatin soal nyawa orang terpaksa jadi korban,” ujar Martin di Jakarta, Sabtu (28/9).

Ia menilai pemerintah abai terhadap apa yang dirasakan masyarakat Papua. Padahal, permintaan masyarakat Papua terbilang sangat sederhana, yakni kesejahteraan.

“Katanya (orang Papua), ‘Kami tidak menginginkan, kami ingin anak-anak kami seperti semua orang, kami ingin kesejahteraan,’ ini kejadiannya muncul lagi,” kata Martin.

Namun pendekatan dengan hati itu tidak dilakukan oleh pemerintah. Bahkan, pemerintah sibuk membangun infrastruktur yang sebenarnya tidak diperlukan oleh masyarakat Papua.

“Yang dipertontonkan adalah pembangunan jalan, naik sepeda kotor, yang ditunjukkan ada aman. Tetapi perasaan kita berbeda dengan orang Papua,” tuturnya.

Berdasarkan data terbaru dari ACT per 28 September, kerusuhan yang terjadi di Papua telah memakan korban jiwa 33 orang dan 77 luka-luka. 10.000 orang mengungsi serta 2.589 eksodus. Sementara harta benda terbakar ada 224 mobil, 150 motor, 165 rumah, 465 ruko, 5 perkantoran, dan 15 perkantoran rusak berat.

Para pengungsi juga membutuhkan bantuan. Mereka butuh pakaian, makanan, dan barang-barang keperluan anak dan perempuan. Selain makanan dan pakaian, para pengungsi juga membutuhkan susu untuk balita, popok bayi, dan pembalut untuk perempuan.

Kebutuhan tersebut menyusul berbagai kondisi warga yang meninggalkan tempat tinggal mereka akibat pembakaran baik rumah maupun kios tempat berdagang. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here