Kerusuhan Wamena, MUI: Banyak Korban Jiwa Tak Berdosa Berjatuhan

kerusuhan wamena
Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas. Foto: Istimewa

Oleh: Urba Adiwijaya

Indonesiainside.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, menyayangkan terjadinya kerusuhan di Wamena, kota di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Kerusuhan itu menimbulkan korban jiwa dan kerusakan berbagai fasilitas umum dan properti masyarakat.

“Tindakan brutal dan anarkistis tersebut telah menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa yang tidak berdosa,” ungkapnya dalam rilis yang diterima di Jakarta, Ahad (29/9).

Kerusuhan di Wamena menewaskan 33 orang dan membuat ribuan orang mengungsi ke daerah lain di dekat kota itu. Anwar secara khusus juga menyoroti dan ikut berduka atas korban-korban jiwa tidak berdosa dari para pendatang di daerah Papua serta kerusakan properti yang mereka alami.

MUI sangat menyesalkan kerusuhan yang telah terjadi karena tidak hanya menelan korban jiwa tapi juga telah merusak berbagai fasilitas umum serta gedung-gedung milik pemerintah. Anwar juga menyayangkan telah terjadi kerusakan parah terhadap berbagai properti yang dimiliki oleh masyarakat biasa.

Oleh karena itu, kata dia, MUI mengharapkan pemerintah dengan tegas dan serius menangani permasalahan yang terjadi di Papua saat ini. “Agar rakyat dan masyarakat bisa hidup tenang kembali dan bisa melakukan aktivitas seperti semula,” ucapnya.

Sebelumnya, telah terjadi kerusuhan di Wamena, Provinsi Papua yang berawal dari unjuk rasa siswa pada Senin (23/9) yang memprotes dugaan perkataan bernada rasial oleh seorang guru. Aksi tersebut berakhir rusuh dan terdapat pihak yang melakukan pembakaran terhadap rumah warga, kantor pemerintah serta fasilitas umum.

Setelah sebelumnya menutup akses internet di Wamena, pemerintah akhirnya membuka kembali layanan data internet pada Sabtu (28/9) karena dianggap kondisi dan situasi keamanan di wilayah Kabupaten Wamena telah pulih. (AIJ/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here