Gubernur Papua Sebut Kerusuhan Wamena Ulah Orang Luar

kerusuhan wamena
Gubernur Papua Lukas Enembe dalam suatu kegiatan di Gedung Negara Jayapura. Foto: istimewa

Oleh: Achmad Syaiful

Indonesiainside.id, Jayapura Gubernur Papua Lukas Enembe tegaskan bahwa kerusuhan yang terjadi di Kota Wamena bukan ulah warga asli Kabupaten Jayawiaya. Ia menuding kerusuhan Wamena dibuat oleh warga dari luar wilayah itu.

“Kerusuhan Wamena dibuat oleh orang tidak bertanggung jawab dan bukan dari Wamena,” kata Lukas Enembe usai pertemuan dengan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit di Gedung Negara Jayapura, Ahad (29/9) malam.

Lukas Enembe menyakini masyarakat asli Wamena akan memberikan jaminan keamanan bagi warga yang berasal dari provinsi luar Papua. Hal ini, menurut Enembe terjadi saat pecahnya kerusuhan di Wamena yang menimbulkan korban jiwa.

“Saya yakin masyarakat asli Wamena memberikan jaminan. Hal itu banyak terjdi lapangan, masyarakat Wamena membantu saudara-saudara kita (masyarakat non-Papua) di sana,” kata Lukas Enembe.

Dia meminta masyarakat tidak memandang negatif terhadap masyarakat asli Wamena atas kerusuhan ini. “Jadi dengan kejadian ini, jangan sampai orang berfikir masyarakat Wamena mau menghabisi orang dari luar Papua, tidak seperti itu,” tegasnya.

Lukas Enembe pun menyampaikan permohonan maaf dan rasa belangsungkawa sebesar-besarnya bagi msayarakat yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, 23 September lalu. “Pemerintah daerah siap melakukan rekontruksi dan rehabilisasi aset-aset milik pemerintah daerah  serta toko dan kios masyararakat yang rusak dan terbakar,” katanya.

Dia berharap perekonomian di Wamena dapat segera pulih kembali. Masyarakat pelaku usaha juga diminta membuka kembali toko dan kios miliknya untuk memenuhi kebutuhan pokok warga di wilayah Wamena.

Gubernur dua periode ini memastikan Pemerintah daerah dan TNI dan Polri menjamin keamanan  dan kenyamanan warga yang berada di Wamena. “Sebagian besar barang-barang di kios dan toko terbakar, yang masih ada kita minta dibuka kembali, sehingga roda perekonomian di Jayawijaya bisa kembali (berjalan normal),” pintanya.

Sekadar diketahui, Aksi unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9), berujung rusuh. 31 orang meninggal dan 76 warga lainnya mengalami luka-luka dalam kerusuhan itu. (Asi/PS/INI Network)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here