Dua Pimpinan DPR ‘Lengser’

Artis Mulan Jameela (kedua kiri) berbincang dengan sejawatnya saat akan mengikuti pelantikan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). Sebanyak 575 anggota DPR terpilih dan 136 orang anggota DPD terpilih diambil sumpahnya pada pelantikan tersebut. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pd.

Oleh: Muhajir

Indonesiainside.id, Jakarta – Masa jabatan anggota DPR periode 2014-2019 telah resmi berakhir pada Senin (30/9) kemarin. Mulai Selasa (1/10), Senayan akan diisi wajah baru. Anggota parlemen periode 2019-2024 akan dilantik hari ini di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Sebanyak 574 anggota dewan baru akan dilantik. Tak hanya kursi anggota, posisi pimpinan DPR juga akan diduduki wajah baru. Tak hanya itu, dua pimpinan DPR periode 2014-2019 juga telah menjnggalkam Senayan atau tak terpilih lagi sebagai wakil rakyat.

Selain tak terpilih, ada satu nama yang memang sengaja tak mencalonkan diri di Pileg 2019. Lantas, siapa pimpinan DPR yang meninggalkan Parlemen?

1. Fahri Hamzah

Nama Wakil Ketua DPR periode 2014-2019, Fahri Hamzah, tak asing di telinga masyarakat Indonesia. Apalagi bagi mereka yang mengikuti perkembangan melalui layar kaca. Fahri sering menjadi narasumber di sejumlah acara talk show stasiun televisi swasta.

Nama Fahri tak akan masuk dalam daftar anggota DPR periode berikutnya. Ia bukan tak terpilih, tapi memilih meninggalkan Senayan. Fahri tak mencalonkan diri calon anggota legislatif di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Pada 2014 lalu, Fahri berhasil mengamankan satu kursi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB). Kala itu, Fahri mendapatkan suara tertinggi, yakni 125.083 pemilih.

Namun, pada Pileg 2019 Fahri tak bisa mencalonkan diri sebagai caleg. Salah satu hambatannya adalah konflik internal antara Fahri dan PKS.

Pada 6 April 2016, PKS melayangkan surat pemecatan kepada Fahri. Ia dinilai melanggar kode etik partai. Tak terima, Fahri mengajukan gugatan di pengadilan. Akhirnya memenangi kasus di pengadilan.

Saat ditemui di Gedung DPR pada Jumat (28/9), Fahri sempat berpesan kepada anggota dewan baru untuk banyak membajak membaca pada bulan-bulan pertama. Dia meminta agar mempelajari konstitusi negara atau UU MD3 secara detail dan tata tertib.

Dia juga berpesan agar anggota dewan tak segan-segan tampil di media. Menurut dia, DPR harus terbuka ke publik. Ini agar masyarakat bisa memberi penilaian.

“Jangan jaga jarak dengan media, jangan anggap jadi pimpinan DPR terlalu banyak ruang tertutupnya tak baik. Dia harus terbuka, apa adanya,” kata dia.

Selama menjabat sebagai pimpinan DPR, Fahri dikenal sebagai sosok yang coal melayangkan kritik.

2. Agus Hermanto

Wakil Ketua DPR dari Partai Demokrat, Agus Hermanto, juga bernasib sama dengan Fahri Hamzah. Ia tak masuk dalam jajaran anggota DPR periode 2019-2024. Ia juga memutuskan tak maju sebagai calon legislatif pada Pileg 2019.

Menurut Agus, perjalanan politiknya sudah cukup. Ini karena telah menjabat tiga periode sebagai wakil rakyat.

2014 lalu, Agus maju sebagai caleg di Dapil Jawa Tengah I yang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kota Salatiga. Agus lolos ke DPR setelah berhasil memperoleh 32.047 suara.

(EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here