Kepercayaan publik menurun, PKS: Tugas DPR Baru Berat

Rohaniwan mengambil sumpah pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 Ketua Puan Maharani (kedua kiri), Wakil Ketua M Aziz Syamsuddin (ketiga kiri), Sufmi Dasco Ahmad (ketiga kanan), Rachmad Gobel (kedua kanan) dan Muhaimin Iskandar (kanan) saat pelantikan melalui Rapat Paripurna ke-2 Masa Persidangan I Tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.

Oleh: Muhajir

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, menilai tugas anggota DPR baru sangat berat. Ini menyusul banyaknya pekerjaan rumah (PR) DPR periode 2019-2024 yang harus diselesaikan.

Menurut dia, wajar jika kepercayaan masyarakat saat ini menurun kepada DPR. Ini karena banyak produk legislasi yang secara kualitas patut dipertanyakan.

“Wajar (kepercayaan publik menurun) karena kita tidak optimal dalam melahirkan undang-undang yang berkualitas. Rakyat punya hak untuk komplek kepada kita,” kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/10).

Dia ai berharap kepada anggota dewan baru agar lebih maksimal lagi dalam bekerja, mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi atau partai.

Beberapa PR besar yang kini menjadi tanggung jawab anggota dewan baru adalah banyak UU prioritas di Prolegnas, baik yang diusulkan Pemerintah atau DPR, yang belum disahkan. Ini menjadi pelajaran agar ke depan bisa bekerja lebih keras dan efektif bersama pemerintah untuk membahas UU agar realisasi-realisasi yang dicanangkan dapat sukses.

Dia mengatakan, wakil rakyat harus memiliki kepekaan tinggi kepada publik. DPR harus lebih banyak mendengar, aspiratif, dan menggunakan hati dalam bekerja, sehingga outputnya baik kepada masyarakat.

Tak hanya itu, DPR juga harus menjadi penyeimbang Pemerintah karena masih terlalu ‘melempem’ atas pengaruh dominasi koalisi pemerintah. Mekanisme prinsip checks and balences dijalankan.

“Berbagai ujian berbangsa sedang kita hadapi, seperti DPR harus bersuara untuk kasus kebakaran hutan, Papua, Wamena, Unjuk rasa Mahasiswa-Pelajar yang berujung korban, tindakan hoaks oleh aparat dan berbagai isu lain seperti permindahan Ibu Kota Baru mesti kita cermati betul betul dalam menjalankan fungsi kontrol, legislasi dan budget” ujarnya. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here