PKS Usulkan Voting, Mayoritas Fraksi Setuju Musyawarah Mufakat

Sidang-paripurna
Ruangan Rapat Paripurna DPR RI. Foto: Antara

Oleh: Muhajir

Indonesiainside.id, Jakarta – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kalah suara dari semua fraksi MPR dalam sidang paripurna pemilihan dan penetapan ketua MPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, malam ini (3/10). Saat sidang dibuka, PKS meminta agar pemilihan ketua dilakukan melalui voting.

Akan tetapi, permintaan tersebut dibantah oleh anggota dewan yang lain. Mayoritas meminta agar dilakukan melalui mekanisme musyawarah mufakat.

Pimpinan sementara sidang, Abdul Wahab, akhirnya megetok palu penentuan ketua. Kandidat terkuat dari fraksi Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), terpilih secara aklamasi oleh semua fraksi MPR. Ia menyingkirkan pesaingnya, Ahmad Muzani, dari fraksi Gerindra.

Dalam sidang itu, Fraksi Gerindra juga sempat menyampaikan hasil pertemuan Muzani dengan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri. Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Megawati sepakat agar forum MPR RI dilakukan secara musyawarah mufakat.

“Guna menjaga kepentingan bangsa dan negara,” kata perwakilan Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria.

Mendengar pernyataan itu, Abdul Wahab menanyakan apakah Gerindra sepakat bahwa Bambang Soesatyo dijadikan sebagai Ketua MPR RI. “Kami sepakat,” jawab Riza disambut teluk tangan meriah oleh anggota dewan yang hadir.

“Sudah tepuk tangannya, selesaikan dulu ini,” kata Abdul Wahab meminta para anggota untuk tenang sambil berkelakar.

Sebelumnya, anggota MPR Fraksi PKS, Bukhori, meminta agar penetapan ketua dilakukan melalui pemilihan suara atau voting. Ia mengutip Pasal 2 Bab 2 ayat 3 UUD 1945 mengenai pemilihan pimpinan MPR dengan suara terbanyak.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here