Himpunan Masyarakat Soehartonesia Gelar Rakornas di Padepokan Pencak Silat

Rakornas Himpunan Masyarakat Soehartonesia (HMS)
Rakornas Himpunan Masyarakat Soehartonesia (HMS) di Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta. Foto: Ahmad ZR/Indonesiainside.id

Oleh: Ahmad ZR

Indonesiainside.id, Jakarta – Banyak cara untuk mengenang dan mengambil intisari nilai dari para pejuang dan tokoh bangsa. Mulai dari melakukan diskusi rutin, merawat tradisi yang pernah dijalankan, hingga melanjutkan nilai-nilai yang pernah ditorehkan.

Salah satu unsur yang melakukan hal tersebut yaitu Himpunan Masyarakat Soehartonesia (HMS). Wadah ini merupakan organisasi masyarakat yang berhimpun dalam satu tujuan dan visi, yaitu melanjutkan warisan terbaik Pak Harto.

Dua tahun berjalan, Ormas HMS perlu untuk menyusun rencana strategis yang mengakar terhadap masyarakat, di antaranya melalui rapat kerja nasional (Rakornas).

“Rakornas ini dalam rangka konsolidasi pengurus DPP HMS dan dalam rangka persiapan deklarasi nasional tahun serta menjalankan program sosial maupun ekonomi kerakyatan di tahun 2020,” kata ketua umum HMS, Giyanto Hadi Prayitno saat ditemui di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Sabtu (5/10).

Dalam kegiatan sosialnya, HMS akan menyelenggarakan santunan terhadap 1.000 anak yatim Maret 2020 mendatang bertepatan dengan haul Pak Harto. Giyanto menyebutkan, pendanaan acara HMS murni berasal dari pengurus DPP, DPD dan DPC yang mayoritas berprofesi sebagai pengusaha.

“Para waketum (wakil ketua umum) sudah menyusun rencana santunan 1.000 yatim dan santunan massal. Termasuk acara di Astana Giri Bangun wajib dihadiri HMS,” katanya.

Giyanto menjelaskan, Ormas HMS tidak terafiliasi dan bukan merupakan sayap partai apa pun. “Tapi di acara-acara insidental yang dilaksanakan keluarga dan partai Berkarya, kami selalu hadir dan mengikuti,” tuturnya.

Ia menuturkan, sejak mendirikan HMS untuk menghimpun masyarakat yang cinta kepada Soeharto. Baanyak tantangan dan rintangan yang dihadapi. Namun hal itu tak menyurutkan semangat dia dalam merawat legacy pembangunan Pak Harto.

“Alhamdulillah setelah melalui proses panjang, saya mendapatkan orang-orang terbaik di DPP HMS, setelah jatuh bangun, cacian, fitnah, dan segala macam, saya mendapatkan loyalis Pak Harto yang tidak saya duga sebelumnya,” kata dia.

Mereka yang tidak diduga itu berasal dari masyarakat pelosok yang belum mengenal dekat mengenai media sosial, namun pernah langsung merasakan buah pencapaian pembangunan era itu. Maka itu, salah satu upaya untuk mengingat kembali jasa Pak Harto, kata Giyanto adalah melalui refleksi sejarah ke makam Astana Giri Bangun.

“Mungkin kami satu-satunya Ormas pecinta Soeharto di mana 17 Agustus kemarin melaksanakan ziarah kemerdekaan di Astana Giri Bangun dengan 400 orang dan napak tilas ke dalam Kalitan. Itu sangat berkesan dan kami targetkan tahun 2020 mencapai 1000 orang,” ujarnya. (Aza)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here