Sempat Diundur karena Ada Dangdutan, Acara Muslim United Malah Dilarang

muslim-united-ditolak
Tabligh Akbar,Muslim Uniited 2019 di Alun-Alun Utara, Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, di tolak. Foto: Istimewa

Oleh: Bagus Aryo Wicaksono

Indonesiainside.id, Yogyakarta – Panitia Muslim United tidak bisa berbuat banyak setelah setelah menerima surat dari Keraton Yogyakarta. Surat itu melarang pengunaan Alun-Alun Utara, Masjid Gedhe Kauman dan Ndalem Pengulon untuk acara Tabligh Akbar sederet dai kondang.

Di media sosial juga sudah menjadi perbincangan. Ada pro dan kontra. Namun, pihak panitia masih terus berupaya agar acara tersebut tidak dibatalkan.

Ketua Panitia Muslim United, Nanang Syaifurozi menjelaskan, Muslim United 2019 merupakan acara kedua setelah sukses digelar tahun lalu. Untuk tahun ini, pihaknya telah mempersiapkan keperluan acara jauh-jauh hari, termasuk mengajukan penggunaan Alun-Alun Utara.

Sebenarnya pihak panitia mengajukan permohonan penggunaan Alun-Alun Utara Kota Yogyakarta untuk 4-6 Oktober 2019. Setelah ditelusuri Indonesia Inside, ternyata ada acara dangdutan dari sebuah stasiun televisi swasta nasional. Acara ini dipastikan akan digelar malam ini dan besok malam, Sabtu-Ahad (5-6).

Setelah dangdutan, ada juga acara wayang di tempat terbuka, 7 Oktober di sepanjang Jalan Sudirman hingga Jalan Margo Utomo. Sebanyak 14 tokoh wayang kapi-kapi akan memeriahkan Wayang Jogja Night Carnival sebagai puncak perayaan hari ulang tahun ke-263 Kota Yogyakarta.

Karena ada kegiatan lain di Alun-Alun Utara, acara Muslim United diundur menjadi 11-13 Oktober. Sayangnya, acara tersebut malah dibatalkan.

“Jadi waktu itu sudah mendapatkan izin dari Gusti Hadi (KGPH Hadiwinoto), beliau mengeluarkan suratnya, nggak ada masalah. Terus kami lanjut semuanya nih, paralel,” kata Nanang, Kamis (3/10) di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Namun, dia kaget dengan surat dari GKR Condrokirono yang menyatakan pihak Keraton melarang penggunaan wilayah yang ada seluruhnya. Nanang mengatakan pihaknya bertabayun, sehingga ia tidak mau tergesa-gesa memberikan pernyataan.

“Kami sudah mengajukan untuk ketemu dengan beliau (Pengageng Kawedanan Hageng Panitrapura, GKR Condrokirono), dengan pihak Keraton. Kami akan sowan nanti,” kata Nanang.

Mengenai rencana pertemuan ia mengaku belum bisa memastikan karena GKR Condrokirono dan sejumlah kerabat masih berada di Jakarta. “Karena kami perlu klarifikasi juga dari Keraton secara langsung, bagaimana, alasan-alasannya apa, pertimbangannya bagaimana. Kami mungkin bisa diskusi tarik ulurnya sampai sebatas mana,” katanya.

Nanang menegaskan kegiatan Muslim United 2019 tak membawa misi atau agenda politik tertentu. Melalui ajang tersebut, pihaknya hanya ingin di antara umat Islam bisa berkumpul dalam sebuah kegiatan yang merekatkan umat.

“Tidak ada agenda politik, nggak ada agenda tertentu. Ini ngomongin ukhuwah saja, jadi kita bersaudara. Islam kan berbeda-beda, ada mazhab ini, mazhab ini. Orang awam kadang-kadang menganggapnya itu permusuhan, padahal tidak,” katanya. (Sug/Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here