Anak-Anak Wamena Menjemput Mimpi, Ingin ke Jawa Menuntut Ilmu

Putra Wamena

Oleh: Nurcholis

Indonesiainside.id, Jayapura-Sore itu beberapa anak riang bermain di taman. Kegembiraan mereka seolah terlupakan dengan kerusuhan yang pernah menimpa di kota asal mereka, di Wamena.

Di antara mereka adalah Dili Pele (13), dan A. Asso (12). Menggunakan kaos santai, dua anak nampak bersantai bersama beberapa orang rekannya.

Pele dan Asso, ada dua putra asli Wamena yang kini menjadi santri di sebuah pondok pesantren di Jayapura, Papua, berjarak sekitar 575 km dari kampungnya.

“Cita cita saya mau jadi tentara, mau melanjutkan di Jawa sampai selesai kuliah, “ ujarnya putra asli Lembah Baliem, Wamena ini.

Remaja kelas V SD ini sejak kecil telah dikirim orang tuanya menilanggalkan kampung halaman agar bisa meraih pendidikan terbaik. Meski jauh dari rumah dan keluarga, remaja ramah ini mengaku tetap senang di Jayapura banyak memiliki teman.

Berbeda dengan A. Asso, remaja yang kini duduk di kelas IV Madrasah Ibtidaiyah (MI) itu bercita-cita ingin menjadi penghafal Al-Quran dan kembali ke  Wamena atau Papua membangun kampong halaman.

“Saya ingin jadi ustad dan belajar tahfidz, ingin merantau ke Jawa dulu, “ katanya dengan malu-malu.

Putra asli  Air Garam, Wamena, Jayawijaya ini berharap semua kembali dalam keadaan baik seperti semula.

Sementara itu, pantauan relawan kemanusiaan dari Tim Aksi Siaga Kemanusiaan (TASK) sejak hari Senin hingga Selasa (8/10) pagi ini,  keadaan dan kondisi Wamena sudah berangsur-angsur pulih.

“Alhamdulillah, layanan publik seperti sekolah, pasar dan tokoh mulai kembali berjalan secara normal. Masyarakat sudah mulai banyak yang berjualan, “ ujarnya.

Pasar Kota Wamena sudah mulai beraktifitas, meski harga masih belum nampak normal.

“Beras 25 kilo gram seharga Rp 450 ribu, “ ujar Hamim.

Hari Senin, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memastikan kondisi keamanan di Wamena, Papua telah aman.

Hal itu ditunjukkan dengan terus berjalannya pelayanan masyarakat oleh pemerintah daerah setempat tetap berjalan. (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here