PUPR dan TNI Bakal Bangun Fasilitas Rusak di Wamena

Sejumlah pengungsi berjalan seusai turun dari pesawat Hercules setibanya di Landasan Udara (Lanud) Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (7/10/2019). Sebanyak 170 pengungsi korban kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua asal Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan dan Jakarta tiba di Lanud Hasanuddin untuk selanjutnya kembali ke daerah masing-masing. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/aww.

Oleh: Eko P

Indonesiainside.id, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bekerja sama dengan Zeni TNI berencana bersama membangun kembali sejumlah fasilitas umum yang rusak akibat kerusuhan di Wamena, Papua. Menurut data BNPB, di Wamena terdapat 10 kantor milik pemerintah rusak berat, dan 34 bangunan milik pemerintah rusak ringan; delapan kantor dan 26 sarana pendidikan.

“Kami akan kerja sama dengan Zeni TNI seperti halnya menangani daerah perbatasan dan daerah bencana. Kami kerja sama dengan TNI supaya lebih cepat dan efektif di lapangan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam jumpa pers di Kantor Presiden di Jakarta, Selasa (8/10).

Basuki bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo telah bertemu Presiden Joko Widodo membahas perkembangan penanganan dampak bencana alam dan beberapa keadaan di sejumlah daerah di Tanah Air.

Selain itu ada 450 ruko yang rusak karena terbakar dan 165 rumah rusak. Untuk pembangunan rumah akan ditangani oleh Kementerian PUPR dibantu TNI.

Pembangunan tersebut akan menggunakan bahan-bahan bangunan yang dibeli dari toko material setempat.

“Saat ini mulai pembersihan, dan saat ini kita tahu bahwa Panglima TNI, Kapolri, dan Menkopolhukam, dirjen kami juga ada di Wamena untuk tindak lanjut. Saat ini sudah mulai ditangani, mudah-mudahan cepat,” jelas Basuki.

Kebanyakan bangunan rusak karena terbakar di bagian atap. Kementerian PUPR juga sedang mengaudit konstruksi di lapangan untuk kesesuaian rancangan bangunan.

Selain Wamena, Presiden juga membahas rencana perbaikan bangunan di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah dan Pulau Ambon Provinsi Maluku. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here