Dana Riset Hanya 0,09 Persen dari APBN, Guru Besar IPB: Indonesia Sulit Maju

Para akademisi Indonesia menjadi penbicara dalam di acara SDGs Annual Conference, Jakarta, Rabu (9/10). Foto: Iche/Indonesia Inside

Oleh: Icheiko Ramadhanty

Indonesiainside.id, Jakarta – Guru besar dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Bayu Krisnamurti, mengungkapkan bahwa alokasi dana riset di Indonesia saat ini hanya 0,09 persen dari APBN dan itu tersebar di lembaga swasta. Dengan kondisi begitu, konsep platform terbuka dalam memfasilitasi penelitian akan sangat membantu kegiatan-kegiatan riset.

Ia menuturkan, pembelanjaan dana dari APBN tidak melulu harus berwujud infrastruktur, melainkan juga seharusnya dalam bentuk dana riset. “Di sini dana riset memang diperlukan, tapi kita dituntut untuk kreatif meskipun dana tidak banyak. Sisi lain, riset-riset yang memberikan new funding (pendanaan baru) akan memberikan banyak pendanaan, tapi itu lagi-lagi bergantung pada pemerintah,” ujar Bayu saat ditemui dalam acara diskusi panel pada SDGs Annual Conference, Rabu (9/11).

Bayu mengatakan, ada sesuatu yang tidak pas dalam perjalanan pembangunan Indonesia saat ini. Dia pun mencontohkan masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia terutama di Ibu Kota Jakarta. Dalam menangani masalah tersebut, Bayu berpendapat, pemerintah seharusnya jangan lagi menggunakan cara lama yang konservatif, melainkan harus dengan inovasi.

“Perubahan itu dilakukan dengan cara riset. Riset itu merupakan kunci kesuksesan. Inovasi dalam riset juga sangat dibutuhkan di mana semua elemen itu ada pada kata ‘research’,” ucap Bayu.

Bayu juga menegaskan, Indonesia sulit bisa maju jika dana riset masih 0,09 persen seperti sekarang. Menurut dia, masalah minimnya pendanaan untuk penelitian dan pengembangan ini harus segera diperbaiki, sehingga implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) juga dapat terus maju dan berkembang.

Dia mengingatkan, perencanaan yang baik adalah perencanaan yang dimulai dari skala kecil. “Kami menantikan komitmen Pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin yang akan dilantik dalam waktu dekat ini berkaitan dengan fasilitas penelitian demi kemajuan bangsa,” ujar Bayu. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here