Masjid Al Falaah: Hak Ninoy Bilang Tempat Penyekapan, Masjid Ini Hanya Menolong

Masjid Al Falaah
Masjid Al Falaah di kawasan Pejompongan, Jakarta. Foto: Antara

Oleh: Azhar AP

Indonesiainside.id, Jakarta – Masjid atau rumah ibadah, sejak zaman dahulu sudah dikenal sebagain tempat berlindung selain fungsi utamanya sebagai tempat beribadah. Namun, dari kasus Ninoy Karundeng, sebuah masjid dituduh sebagai tempat penyekapan.

Meski kasus ini masih ditangani polisi, berbagai pihak sudah memastikan bahwa pegiat media sosial (medsos) Ninoy tidak benar menyebut dirinya diculik lalu dianiaya di masjid. Kesaksian bahwa tudingan itu hanya isapan jempol belaka disampaikan Dewan Kemakmuran Masjid Al Falaah.

Anggota Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Falaah Pejompongan Iskandar berharap citra tempat ibadah itu kembali pulih meski ada laporan Ninoy yang menyebutkan lokasi itu sebagai tempat penyekapan. Faktanya, dia ditolong dan diselamatkan di tempat suci itu.

“Kalau dia katakan jadi tempat penyekapan itu ya hak dia (Ninoy Karundeng), tapi kami menyatakan kalau di masjid ini hanya untuk menolong dan membantu korban. Selain itu, tidak ada,” kata Iskandar saat ditemui di Masjid Al Falaah, Rabu (9/10), dilansir Antara.

Iskandar berharap citra Masjid Al Falaah kembali positif sebagai tempat ibadah dan bukan seperti yang tersebar di media sosial sebagai tempat penyekapan aktivis media sosial itu. Anggota DKM itu mengatakan masjid itu terbuka bagi siapa pun yang ingin beribadah dan singgah beristirahat.

Masjid Al Falaah merupakan lokasi untuk evakuasi strategis kala demo DPR RI berakhir ricuh karena terletak dekat dengan DPR RI. Masjid itu bahkan digunakan sebagai posko darurat oleh masyarakat untuk menolong korban-korban demo DPR pada Senin (30/9).

“Ada sekitar 30 korban di dalam, Ninoy juga termasuk di dalamnya,” kata Fauzan yang merupakan salah satu jamaah aktif di masjid yang terletak dekat DPR RI itu.

Ninoy Karundeng–disebut-sebut merupakan relawan Jokowi–melaporkan penganiayaan yang dialaminya pada saat merekam pedemo yang terkena gas air mata di daerah Pejompongan pada Senin (30/9).

Ia mengaku dibawa paksa ke sebuah tempat dan dianiaya. Berdasarkan pengakuan tersebut, Polda Metro Jaya menetapkan 13 tersangka, salah satunya adalah Sekretaris Umum PA 212 Bernard Abdul Jabbar.

Penetapan Bernard menjadi tersangka dalam kasus Ninoy Karundeng menyebabkan Alumni 212 menurunkan 100 pengacara untuk membelanya di meja hijau. (Aza/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here