Cegah Terorisme, Menag Akan Giatkan Lagi Gerakan Deradikalisasi

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Media Umat

Oleh: M Aulia Rahman

Indonesiainside.id, Jakarta – Penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto dipastikan dari jaringan terorisme. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan menyebut pelaku merupakan simpatisan Jamaah Anhorut Daulah (JAD).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pihaknya perlu lebih menggiatkan lagi program deradikalisasi. Soal pelaku, dia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib. Ia enggan berspekulasi perihal latar belakang pelaku.

“Saya tidak tahu, biar pihak keamanan tangani itu. Saya tidak bisa mengomentari siapa pelakunya, saya belum mendapatkan informasi tersebut,” ujarnya di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (10/10).

Ia juga akan menggencarkan program moderasi agama yakni cara manusia memahami dan mengamalkan ajaran agama yang sesungguhnya. Kemenag terus berupaya untuk mensosialisikan perspektif dan pemahaman moderasi beragama.

Dia mengatakan, bukan agamanya yang dimoderasi karena agama itu pastilah sempurna dan datangnya dari Tuhan. Tapi cara beragama, cara memahami, dan cara mengamalkan agama itulah yang harus dimoderasi.

“Dimoderasi dalam artian jangan sampai terjebak atau terperosok pada pemahaman atau tindakan yang berlebihan2 atau ekstrim tapi lawannya harus senantiasa moderat,” urainya.

Tak hanya Kemenag, Lukman menambahkan, program moderasi agama juga akan menggandeng ormas-ormas keagamaan. Menurut dia, tak ada ajaran agama yang mengajarkan kekerasan kepada sesama.

Menurut dia, setiap agama mengajarkan agar setiap penganutnya menghargai harkat dan martabat kemanusiaan. Setiap agama inti pokok ajaran agamanya adalah untuk kemanusiaan itu sendiri, karena agama untuk manusia.

Karenanya sekeras dan sepanjang apa pun perbedaan soal agama, jangan sampai seseorang melakukan tindakan-tindakan yang bertolak belakang dengan inti pokok ajaran agama itu sendiri. Karena agama menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Itulah kenapa setiap agama menolak cara-cara kekerasan dalam mengatasi persoalan yang ada. Karena setiap agama pastilah mengajak terwujudnya kedamaian dengan menebarkan kasih sayang,” tuturnya. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here