KD Nilai Pengamanan Wiranto Memang Kendor

Krisdayanti
Anggota DPR RI dan penyanyi Krisdayanti. Foto: Antara

Oleh: Azhar AP

Indonesianside.id, Jakarta – Insiden penyerangan yang disertai dengan penusukan ke bagian perut Menko Polhukam Wiranto disayangkan oleh semua pihak. Insiden penusukan itu mengakibatkan Wiranto harus dioperasi selama tiga jam di RSPAD Gatot Subroto.

Mengenai luka mantan Panglima ABRI itu, pihak kedokteran belum memberikan keterangan resmi. Dia mengalami dua luka tusukan. Namun, menurut mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, kondisi Wiranto sudah membaik.

Insiden yang menimpa Menko Polhukam tersebut menjadi evaluasi pengamanan pejabat sekaligus peningkatan keamanan atas tindakan terorisme. Apalagi yang diserang adalah Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

“Wiranto kan Menko Polhukam, dia yang mengamankan dan memberikan ketenangan. Beliau yang diserang. Wiranto jadi garda terdepan dan terkapar sendiri,” kata anggota DPR RI dari PDIP Krisdayanti (KD) saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (10/10).

KD jadi ikut mempertanyakan protap pengamanan pejabat negara. Menurut KD, hal tersebut bisa terjadi lantaran pengaman terhadap Wiranto yang dinilai kurang.

“Waktu saya lihat angle video amatir memang pengamanannya sedikit longgar, enggak ada polisi, saya lihat hanya ajudan dan asisten. Jadi saya lihat sedikit kendor,” jelas istri Raul Lemos itu.

Direktur Utama RSUD Berkah Pandeglang Firman menyatakan Meko Polhukam Wiranto terkena dua tusukan di bagian perut.
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) turun dari mobil sebelum diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Foto: Antara

Pengamatan yang sama juga diungkapkan sebelumnya oleh Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. Dia mengingatkan para pengawal untuk lebih waspada saat menjaga keamanan pejabat dan menteri.

“Waktu saya lihat tayangan terjadinya penusukan, pengawalnya tidak ada yang berjaga-jaga di belakang Pak Wiranto. Seharusnya penjagaan dilakukan di belakang, bagian kanan dan kiri. Ini pelajaran penting bagi para pengawal pejabat untuk waspada terhadap siapa saja,” kata Menhan kepada wartawan saat diminta tanggapannya terhadap pengamanan pejabat/menteri di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis (10/10).

Kapolda Banten Irjen Polisi Tomsi Tohir mengakui penyerangan terhadap Wiranto benar-benar di luar dugaan. Menurut dia, peristiwa itu terjadi karena ketulusan Wiranto turun dari mobil untuk menyapa masyarakat.

“Penyerangan terhadap Bapak Wiranto benar-benar di luar dugaan. Kejadian ini ketika beliau keluar dari mobil mau menyalami masyarakat,” kata Kapolda saat menyampaikan keterangan kepada media di Pandeglang, Kamis (10/10).

Saat terjadi penyerangan terhadap Wiranto. Foto: Istimewa

Sebagaimana Menhan, KD juga kaget saat pertama kali mendengarkan kabar tersebut. Bahkan ia sempat tidak percaya. “Kami lagi kumpul keluarga, jadi mama aku lagi ulang tahun. Saya pas baca rasanya kayak enggak bisa ketelan makanan. Takutnya namanya sama, tapi bilang Menko Pulhukam. Ini memang mengagetkan dan beliau juga punya rekam jejak yang baik,” ujar pelantun “Mahadaya Cinta” itu. (Aza/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here