Menhan: Tidak Ada yang Jaga di Belakang Wiranto

Ryamizard Ryacudu
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat memberikan keterangan pers di Rindam XVIII Cenderawasih, Jayapura, Papua, Kamis (10/10). Foto: Antara

Oleh: Azhar AP

Indonesiainside.id, Makassar – Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu mengingatkan para pengawal untuk lebih waspada saat menjaga keamanan pejabat dan menteri.

“Waktu saya lihat tayangan terjadinya penusukan, pengawalnya tidak ada yang berjaga-jaga di belakang Pak Wiranto. Seharusnya penjagaan dilakukan di belakang, bagian kanan dan kiri. Ini pelajaran penting bagi para pengawal pejabat untuk waspada terhadap siapa saja,” kata Menhan kepada wartawan saat diminta tanggapannya terhadap pengamanan pejabat/menteri di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis (10/10).

Menurut dia, sering kali petugas keamanan melupakan pengamanan terhadap para pejabat lantaran sudah merasa aman. “Akan tetapi, justru teroris akan mencari celah dan melihat kapan titik lemahnya. Sama saja kalau kita operasi perang atau bertempur, 1 sampai 2 bulan masih ketat. Namun, menjelang 12 bulan sudah lain lagi,” kata Ryamizard.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini menegaskan bahwa pengamanan terhadap presiden dan pejabat negara tidak boleh lengah. “Dari awal sampai akhir (kegiatan) harus selalu siap siaga,” tuturnya.

Ryamizard mengaku SOP pengamanan pejabat negara sudah ada namun perlu selalu waspada untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang ada. “Sudah ada SOP-nya. Kalau sudah lama ‘kan lupa, apalagi pengawal saya 5 tahun mendampingi saya gitu-gitu aja. Malahan saya sering mengingatkan kepada ajudan saya untuk selalu waspada. Saya ‘kan 14 tahun di daerah operasi, jadi mengerti,” kata Ryamizard.

Menhan mengaku heran mengapa Menko Polhukam Wiranto menjadi sasaran teroris. Dia prihatin atas peristiwa yang menimpa Wiranto yang ditusuk di Pandeglang, Banten.

“Saya prihatin kepada Pak Wiranto yang lebih senior daripada saya terkena seperti itu. Kita berharap tidak terjadi lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pengamanan terhadap menteri sudah dilakukan sesuai prosedur operasi standar dengan mendapat pengawalan dari Kepolisian RI. JK menyebut penyerangan Wiranto adalah yang pertama kalinya terjadi di Indonesia.

“Sebenarnya menteri sudah ada SOP-nya untuk mendapat pengawalan dari polisi. Ya tentu tidak disangka. Ini pertama kalinya orang mencederai pejabat negara dengan tikaman,” kata Wapres JK usai menjenguk Wiranto. (Aza/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here