5 Detik Begitu Turun dari Mobil, Wiranto Sudah Jatuh Tersungkur

Penusukan Menkopolhukam, Wiranto. Foto: Antara

Oleh: Azhar AP

Indonesiainside.id, Jakarta – Sebuah video detik-detik penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menunjukkan alpanya pengamanan di sekitar pejabat negara. Tidak sampai satu menit begitu Wiranto turun dari mobil, tiba-tiba datang serangan tanpa hambatan sama sekali.

Sebelum turun, seorang ajudan berbaju putih membuka pintu mobil untuk Wiranto. Sekitar tiga orang menyambut dari dekat, seorang berpakaian seragam polisi. Wiranto turun lebih awal dari pengawalnya yang duduk di depan.

 

Sambil memperbaiki ujung baju batik hijau yang dia pakai, Wiranto hanya maju sekitar empat langkah. Kondisi pintu mobil bahkan masih terbuka, tiba-tiba seorang datang dari arah belakang mobil menyerang dengan senjata tajam.

Seketika Wiranto tersungkur ke depan. Namun kepalanya tidak sampai menyentuh tanah karena seseorang langsung menahan dan membopong. Kejadian ini berlangsung sangat singkat, hanya beberapa detik.

Penyerang dengan celana warga putih dan kaos hitam tampak menyerang membabi buta. Dalam video yang tersebar di media sosial, tusukan benda tajam ke arah perut Wiranto tidak terlihat jelas. Namun, Wiranto tampak tak bertenaga sehingga ia terjatuh.

Berbagai pihak yang sudah menyaksikan video penyerangan Wiranto mengakui pengamanan bagi mantan Panglima ABRI itu sangat longgar.

“Waktu saya lihat tayangan terjadinya penusukan, pengawalnya tidak ada yang berjaga-jaga di belakang Pak Wiranto. Seharusnya penjagaan dilakukan di belakang, bagian kanan dan kiri. Ini pelajaran penting bagi para pengawal pejabat untuk waspada terhadap siapa saja,” kata Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu kepada wartawan di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis (10/10).

 

Insiden yang menimpa Menko Polhukam tersebut menjadi evaluasi pengamanan pejabat sekaligus peningkatan keamanan atas tindakan terorisme. Apalagi yang diserang adalah Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

“Wiranto kan Menko Polhukam, dia yang mengamankan dan memberikan ketenangan. Beliau yang diserang. Wiranto jadi garda terdepan dan terkapar sendiri,” kata anggota DPR RI dari PDIP Krisdayanti (KD) saat dihubungi wartawan di Jakarta.

Sementara Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kejadian yang dialami Wiranto bisa terjadi di mana saja. Bahkan dirinya pun tidak lepas dari ancaman.

“Kita harus menjaga diri, termasuk diri saya. Seperti yang kita tahu, tanda-tanda radikalisme dan terorisme masih ada di Indonesia dan banyak. Jadi kita harus hati-hati,” katanya di Jakarta, Jumat (11/10). (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here