Dahnil Anzar: Semoga Pelaku Kekerasan atas Akbar Alamsyah Ditindak Secara Adil

Aksi protes pelajar

Oleh: Eko P

Indonesiainside.id, Jakarta – Mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas wafatnya salah seorang peserta aksi demo mahasiswa dan pelajar di Gedung DPR/MPR Senayan, 25 September 2019 yang lalu, Akbar Alamsyah. Bocah yang baru berusia 19 tahun ini sebelumnya dalam kondisi koma karena luka-luka yang dialaminya.

“Saya berduka cita yg mendalam atas meninggalnya adinda kita Akbar Alamsyah, mahasiswa demonstran yg sempat dirawat di RS karena menjadi korban kekerasan pada saat demonstrasi mahasiswa beberapa waktu yang lalu,” ungkapnya, Jumat (11/10).

Dahnil berharap pihak kepolisian mengusut tuntas kejadian ini dan menindak pelakunya secara tegas. “InsyaaAllah Adinda Akbar husnul khotimah, dan pelaku kekerasan terhadap beliau dapat ditindak secara adil dan berkeadilan,” lanjutnya.

Jenazah Akbar Alamsyah hari ini dimakamkan dengan iringan isak tangis ibunda dan keluarganya. Sang Ayah, Adang, yang melantunkan azan dengan suara bergetar di pemakaman Taman Pemakaman Umum (TPU) belakang Seskoal nampak menahan rasa derita mendalam kehilangan salah satu putra tercintanya.

Sementara Rosminah ibunda Akbar menjerit histeris meratapi kepergian putranya, yang menjadi korban demo ricuh di gedung DPR beberapa pekan lalu. Pilu Rosminah hingga tak kuasa menahan tubuhnya dan tersungkur di antara makam-makam.

Sambil menangis histeris, Rosminah mengatakan anak bungsu kesayangannya itu telah disiksa. “Anak saya disiksa,” katanya sambil menangis.

Akbar sebelumnya dicari-cari oleh keluarganya karena hilang tanpa kabar setelah aksi demonstrasi pelajar di Gedung DPR/MPR Senayan, Rabu (25/9). Sekitar tiga hari setelah tiada kabar sang ibunda kemudian mendapatkan pesan instan atas keberadaan anaknya.

Rosminah sempat heran mengapa anaknya namanya tercantum di Polres Jakarta Barat, namun faktanya Akbar saat itu dirawat di Rumah Sakit Pelni. Namun kala didatangi di RS Pelni, anaknya katanya sudah dipindahkan ke RS Polri. “Pas saya mau nemuin anak saya ke Pelni katanya anak saya sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri,” ucapnya.

Namun, bertemu dengan sang anak membuat Rosminah gembira sekaligus membuat hatinya perih. Betapa tidak, anak kesayangannya dalam kondisi yang sangat menyedihkan.

“Wajah dan matanya lebam. Kepalanya sudah diperban katanya habis operasi, tulang kepalanya patah. Karena tidak kuat lihat anak saya yang keadaannya kaya orang penyakit tumor kepalanya besar semua gitu, akhirnya saya sempat pingsan,” kata Rosminah.

Rosminah juga mengaku, abang iparnya sempat pernah ditawari Rp 10 juta oleh seorang polisi. Uang itu, ujarnya, untuk akomodasi keluarga pulang pergi rumah sakit selama Akbar dirawat. Namun, permintaan itu ditolak lantaran diminta menandatangani dokumen.(EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here