Pengamat Intelijen Pastikan Pelantikan Presiden Aman

Oleh: Muhajir

Indonesiainside.id, Jakarta – Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta, menegaskan bahwa pelantikan Presiden Joko Widodo alias Jokowi pada 20 Oktober akan berjalan lancar dan aman. Acara sakral tesebut tidak akan diganggu oleh gerakan aksi terorisme dalam kota.

“Agenda pelantikan dipastikan aman,” kata Stanis saat memaparkan hasil pantauan dan pengamatan pergerakan intelijennya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (15/10).

Dia menjelaskan, aksi penusukan yang terjadi pada Menkopulhukam, Wiranto, juga tak terkait dengan gerakan politis. Pelaku bertindak atas dasar ideologis.

Menurut Stanis, kelompok penusuk Wiranto tidak peduli dengan isu kepemimpinan nasional. Aksi mereka hanya sebatas untuk mencari panggung dan menunjukkan eksistensi mereka.

“Mereka tidak peduli siapa pemimpin politik, yang mereka pentingkan ideologi mereka. Jadi, murni terkait dengan kepentingan ideologi mereka,” kata dia.

Tak hanya itu, kalaupun mereka melakukan aksi terorisme saat pelantikan Presiden, Ia yakin tindakan tersebut tidak akan dilakukan di ibu kota. Itu karena sistem keamanan di Jakarta terbilang sulit untuk ditembus.

“Kalaupun ada teror, saya yakin itu tidak di Jakarta. Tapi di daerah yang sistem keamanannya longar,” kata dia.

Terpisah, ia menegaskan agar tidak selalu berdasarkan motif agama. Ada juga motif ekonomi atau motif lain yang berkaitan dengan aktivitas separatisme.

“Aksi kekerasan atau terorisme tidak selalu bermotif ideologi atau agama. Karena, ada juga yang bermotif separatisme atau bahkan bermotif ekonomi,” kata dia dalam keterangan persnya.

Dia mencontohkan, aksi kekerasan di Wamena, Papua sudah termasuk sebagai aksi teror. Ini karena definisi teror adalah melakukan tindakan kekerasan untuk mewujudkan keinginan dan menakuti masyarakat.

“Ketika seseorang sudah menakuti masyarakat dengan menggunakan kekerasan supaya tujuannya tercapai, maka sudah dapat dikategorikan sebagai teror. Motifnya bisa bermacam-macam. Antara lain agar ideologi yang diusungnya tercapai dan kalau di Papua, motifnya adalah separatisme,” kata dia. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here