Tiga Tempat di Saudi Ini, Pemerintah Indonesia tak Bisa Mengatur Pelayanan Haji

Lukman dalam peluncuran Indeks Kepuasan Jamaah Haji di kantor BPS, Kamis (17/10)/Zuhdi-INI-Net

Oleh: Ahmad ZR

Indonesiainside.id, Jakarta-Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Saudi Arabia, terutama dalam meningkatkan kuliatas pelayanan selama musim haji. Kerjasama pemerintah Saudi dan pemerintah Indonesia membuat indeks kepuasaan jamaah haji tahun ini naik di angka 85,91 persen.

“Sebab, ada bentuk-bentuk kelayakan yang sepenuhnya ada pada otoritas pemerintah kita. Misalnya upgrade hotel yang kita sewa, catering dan transportasi,” kata Menag Lukman dalam peluncuran Indeks Kepuasan Jamaah Haji di kantor BPS, Kamis (17/10).

Sementara, ada wilayah dimana bukan menjadi otoritas pemerintah Indonesia untuk mengatur hal di atas, yaitu pelayanan di Arafah, Muzdalifah dan Mina atau disingkat Azmuna. Namun pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi kepada otoritas pemerintah Saudi Arabia.

“Misalnya tenda di Mina kita nggak punya wewenang, pemerintah nggak punya kewenangan karena tidak ada spacenya. Itu sepenuhnya kewenangan Arab Saudi,” ujarnya.

Mengenai inovasi ke depan, Menag ingin lebih menekankan pada manasik haji. Ia ingin Kemenag melakukan secara serius mengenai peningkatan ibadah haji bagi para jamaah.

“Kita ingin orang berhaji ke depan selain dia puas secara fisik, ada nilai plus dimana pemahaman keagamaan menjadi luas dan mendalam. Setiap jamaah kita harapkan mengetahui substansi, jamaah dan filosofi dari haji,” katanya.

“Seperti mengitari Ka’bah, lempar jumrah, kemudian di tengah lautan manusia kemudian berhenti yang dinamakan dengan wukuf, ini penting untuk diketahui oleh para jamaah,” ujarnya.

Sementara, yang bersifat fisik seperti makanan, Menag terus melakukan inovasi dan kolaborasi. Ia mengaku petugas jamaah haji harus lebih piawai dan melayani 231.000 jamaah Indonesia dari Tanah Air.

“Seperti makanan kaleng yang kita wacanakan, apakah itu akan diterima oleh jamaah karena harus dihangatkan terlebih dahulu, nah penghangatnya darimana? Jangan alih-alih kita mau meningkatkan mutu, nanti malah ada cacian dan makian,” katanya.

Mengenai layanan fast track, Kemenag akan terus meningkatkan kualitas pelayanan untuk lebih memudahkan jamaah. Sehingga ketika sampai di tanah suci tidak perlu lagi melakukan proses imigrasi.

“Tapi ada saja jamaah yang mengaku kecepatan hehe. Namun fast track ini akan terus kita kembangkan, tidak hanya dari tanah air ke Arab Saudi, tapi juga dari Arab Saudi ke Tanah Air,” ujarnya. (CK)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here