Greenpeace: Menteri LHK Harus Punya Komitmen Jaga Lingkungan

Api membakar hutan dan lahan gambut di jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Selasa (15/10/2019). Susahnya akses menuju tempat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta Kencangnya angin di lokasi lahan yang terbakar membuat kebakaran cepat meluas dan petugas sulit untuk memadamkan kebakaran tersebut.ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hp.

Indonesiainside.id, Jakarta – Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjutak, mengingatkan agar Presiden Jokowi mengangkat menteri lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) yang memiliki komitmen kuat dan politik lingkungan yang jelas. Ini untuk menjaga dan melindungi kelestarian lingkungan hidup Indonesia, terutama juga terkait karhutla.

“Hal paling penting adalah menteri LHK baru punya komitmen untuk melindungi hutan dan lingkungan Indonesia,” kata dia di Kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Jakarta Selatan, Jumat (18/10).

Menteri LHK hanya mempunyai kejelasan visi yang dapat menyeimbangkan keinginan Presiden Jokowi mengutamakan investasi. Ia tak menolak adanya investasi, namun harus ada pemilihan agar semua tidak masuk sehingga tidak baik bagi masa depan bangsa.

Dia ingin investasi yang masuk di Indonesia tidak semakin memperparah kerusakan lingkungan hidup. Layaknya yang kini tengah terjadi, sepert kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Untuk itu menteri LHK yang baru harus kuat menegakkan kerangka peraturan dan regulasi yang menjamin perlindungan hutan dan lingkungan,” kata dia menegaskan.

Jika menteri LHK nantinya hanya mewakili kepentingan korporasi maka lingkungan hidup hanya akan semakin sulit. Padahal, sudah seharusnya pemerintah memperkuat komitmen menjaga lingkungan hidup dan hutan.

Hal itu dikarenakan Indonesia merupakan pemilik hutan tropis dengan luas tutupan terbesar ketiga di dunia. Indonesia memiliki salah satu peran sebagai paru-paru dunia.

Pemerhati lingkungan dari Strategic Engagement Director Yayasan Madani Berkelanjutan, Nadia Hadad, mengatakan, Indonesia sudah berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen. Maka sudah seharusnya pemeritah memberikan perhatian khusus bagi lingkungan hidup.

“Komitmen iklim Indonesia adalah jangkar berbagai kebijakan korektif terkait perlindungan hutan dan lahan gambut, yang bertumpu pada moratorium hutan, moratorium sawit, restorasi gambut dan perhutanan sosial,” kata dia. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here