SD Inpres, Dulu dan Kini (Bagian III)

- Advertisement -

Indonesiainside.id, Jakarta – Jika di beberapa kota jumlah SD Inpres sudah mulai menyusut, bahkan hilang sama sekali, tidak demikian dengan apa yang terjadi di kota Palu yang juga merupakan Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, itu. Di Kota Palu, jumlah SD Inpres lebih banyak dari jumlah SD Negeri. Bahkan, jumlah tersebut tidak berkurang sejak awal dioperasikan di paruh tahun 1975-an. 

Saat ini, di Kota Palu, ada 70 SD Inpres, sedangkan SD Negeri hanya 61 sekolah. “Jadi, lebih banyak jumlah SD Inpres dibandingkan SD Negeri,” kata Ansyar Sutiadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu kepada Taufan dari Indonesiainside.id.

Baik SD Negeri maupun SD Inpres, dalam tata kelolanya di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu. Menurut Ansyar, dalam hal peningkatan mutu,  kualitas, prasarana dan sarana pendidikannya, pihaknya tidak membeda-bedakan status sekolah tersebut. Pada dasarnya, SD Inpres maupun SD Negeri sama saja. “Hanya penyebutannya saja yang berbeda,” katanya. 

- Advertisement -

Masih kata Ansyar, jika ada sarana atau prasarana SD Inpres yang belum di tingkatkan, kemungkinan besar SD Inpres tersebut masih dalam daftar tunggu. Hal ini karena banyak dari sekolah di Palu yang masih butuh perhatian, sementara dana yang tersedia sangat terbatas. 

sd inpres
Suasana Belajar Mengajar di SD Inpres Banta-bantaeng, Makassar. Foto: Indrawati/makassarinside

Adapun status SD Inpres di kota Palu, menurut Ansyar, akan tetap dipertahankan. Hal ini karena ada beberapa faktor dan aturan yang menjadi pertimbangan. Ini yang membuat pihaknya sulit mengubah nama SD Inpres menjadi SD Negeri. Salah satunya, ijazah alumni atau lulusan sekolah tersebut, tidak akan diakui lagi. Hal ini karena nama sekolahnya sudah tidak ada atau tidak terdaftar lagi. “Kan kasihan, jika ada alumni yang ingin menggunakan ijazah tersebut, untuk keperluan yang penting,” akunya.

Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Palu, menurut Ansyar, selama ini tidak pernah membedaka-bedakan pelayanan terhadap semua sekolah. Sepanjang guru-guru dan peserta didiknya memenuhi standar yang diberikan dan mampu menunjukkan prestasi, pihak Dinas akan medukung dengan anggaran yang tersedia. 

Lain Palu, lain pula Makassar. Di Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan tersebut, perkembangan teknologi tidak dirasakan oleh anak didik di SD Inpres. Salah satunya dialami oleh  SD Inpres Banta-bantaeng yang terletak di Jalan Monginsidi Baru, Makassar.

Sumarni, Guru Kelas 1 SD Inpres Banta-bantaeng,  menuturkan, untuk proses pengenalan teknologi kepada murid masih dilakukan dengan cara yang sederhana. Yakni, menggunakan data internet milik pribadi guru. Hal ini karena internet belum disediakan oleh pihak sekolah. “Di sekolah lain biasanya sudah ada guru TIK nya. Sedangkan kami belum ada fasilitas internet, apalagi guru,” kata Sumarni kepada Indrawati dari Indonesiainside.id. TIK singkatan dari teknologi informasi dan komunikasi, sebagai sarana penunjang belajar-mengajar.

Tak hanya sarana internet yang tidak tersedia, SD Inpres Banta-bantaeng juga tidak memiliki fasilitas komputer. Padahal, di era komputerisasi ini, setiap sekolah mengelola data dan informasi melalui sistem Dapodik. Data Pokok Pendidikan (Dapodik) adalah sistem pendataan skala nasional yang terpadu, dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional. Dapodik adalah bagian dari program perencanaan pendidikan nasional dalam mewujudkan insan Indonesia yang Cerdas dan Kompetitif. Ironinya, rata-rata SD Inpres di kota Makassar belum mendapatkan fasilitas tersebut.  

Kebutuhan akan guru juga masih dikeluhkan oleh Sumarni. Sekolah yang tergabung dengan SD Inpres Banta-bantaeng juga kekurangan guru dan minim ilmu, khususnya yang terkait dengan metode pembelajaran. 

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah lebih memperhatikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan cara secara periodik melaksanakan pelatihan atau workshop kepada setiap guru. 

“Disini ada dua sekolah yang tergabung dengan masing-masing kelas hanya ada tiga. Sehingga untuk proses belajar dilakukan dengan cara shif. Ada yang masuk pagi dan siang,” terangnya.

SD Inpres Banta-bantaeng memiliki tenaga pengajar delapan orang yang terdiri dari PNS empat orang dan tenaga honorer empat orang. Sedangkan total jumlah siswa sebanyak 221 orang.

Di kota Makassar, saat ini ada 365 SD Negeri, 208 SD Swasta, dan 190 SD Inpres. Sebelumnya, di kota Makassar pernah punya 190 SD Inpres. Seiring dengan berjalannya waktu dan berbagai sebab yang menyertainya, sebanyak 49 SD Inpres berguguran. SD Inpres di Makassar awalnya mencapai 141, kini tinggal 190. Keadannya pun masih  memprihatinkan, tidak ada TIK, tidak ada perpustakaan yang memadai, dan bagunannya yang rata-rata kurang representative untuk kegiatan belajar-mengajar. (HMJ)

Berita terkini

Delapan Pantai di New York Dibuka Kembali

Indonesiainside.id, New York - Delapan pantai di New York City, Amerika Serikat, Rabu (1/7) secara resmi dibuka untuk berenang selama jam kerja harian penjaga...
- Advertisement -
ads1 mekarsari

Puluhan Penghafal Al-Quran Akan Disebar ke Desa-Desa

Indonesiainside.id,Bekasi - Sebanyak 38 orang hafidz atau penghafal Al-Quran hasil penyaringan dari 23 kecamatan Kabupaten Bekasi mengikuti seleksi Program Satu Desa Satu Hafidz...

Posisi Pelatih Barcelona Quique Setien di Ujung Tanduk

Indonesiainside.id, Barcelona--Posisi pelatih Barcelona Quique Setien berada di ujung tanduk buntut dugaan ada perpecahan dan ketegangan di dalam tim semakin yang diperparah oleh hasil...

WHO: Jumlah Kasus Virus Corona Timur Tengah Berada pada Ambang Kritis

Indonesiainside.id, Kairo – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada Rabu (1/7), memperingatkan bahwa Timur Tengah berada pada ambang batas kritis dalam perang melawan virus corona....

Berita terkait

Bamsoet Sarankan Dua Opsi Pengganti RUU HIP jadi RUU PIP

Indonesiainside.id, Jakarta--Ketua MPR Bambang Soesatyo menilai ada dua opsi yang bisa dilakukan terkait mekanisme penarikan, pembatalan atau mengganti judul dan substansi dari Rancangan Undang-Undang...

Jumlah Kasus Covid-19 Melonjak tapi Gugus Tugas Bilang Menurun, Kok Bisa?

Indonesiainside,.id, Jakarta - Data harian kasus baru Covid-19 memang mengalami lonjakan tertinggi selama pandemi sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2...

Banten Tambah 8 Kasus Positif Covid-19, tapi 222 Pasien Sembuh

Indonesiainside.id, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, Banten melaporkan 8 kasus positif Covid-19 tetapi pasien sembuh mencapai 222 orang...

Indonesia Targetkan Uji Coba Vaksin Covid-19 Selesai Pertengahan 2021

Indonesiainside.id, Jakarta - Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 bentukan pemerintah menargetkan uji praklinis vaksin Covid-19 akhir 2020 mendatang. Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here