Perilaku Santai Anak Muda Tak Akan Membantu Indonesia Maju

Emil-Salim
Cendekiawan dan Mantan Menteri Kabinet Prof Dr Emil Salim memberikan arahan soal pemuda dan masa depan bangsa pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di Balai Kota Bogor, Senin (28/10). Foto: Antara

Indonesiainside.id, Bogor – Jika bangsa Indonesia ingin maju, maka yang akan dilihat adalah pemudanya. Ironisnya, perilaku anak muda saat ini sangat santai padahal sangat membahayakan bagi masa depan Indonesia.

Cendekiawan dan mantan Menteri Kabinet pada era Orde Baru Prof Emil Salim menyindir sebagian besar bangsa Indonesia yang dinilai perilakunya masih santai. “Saya lihat di kendaraan umum, banyak orang yang tertidur atau termenung, padahal bisa dimanfaatkan untuk membaca buku ilmu pengetahuan,” kata Emil Salim pada acara Riung Pemuda memperingati Hari Sumpah Pemuda di Balai Kota Bogor, Senin (28/10).

Emil juga menyebut, kesenjangan sosial di Indonesia masih tinggi yang ditandai dengan indeks ginie ratio masih tinggi yakni 0,41 pada 2018. Kesenjangan sosial ini dapat diatasi jika banyak lapangan kerja dan tidak ada pengangguran.

Karena itu, dia menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda pada prinsipnya adalah sumpah setia pada bangsa dan negara. Dalam sumpah pemuda mengandung tiga sumpah, tapi pada prinsipnya sumpah untuk setia pada bangsa dan negara.

“Semangat sumpah pemuda ini adalah agar bangsa Indonesia bersatu dan menjaga persatuan,” katanya.

Emil menceritakan persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Indonesia yang saat ini berpenduduk sekitar 265 juta jiwa. Namun, dari aspek penguasaan sains berada di peringkat 62 dari 70 negara.

“Itu artinya Indonesia berada di peringkat bawah. Ini menjadi tantangan bagi pemuda untuk dapat meningkatkan peringkatnya,” katanya.

Menurut dia, perkembangan sains dan teknologi akan berjalan sangat cepat, sehingga harus disikapi juga dengan gerak cepat oleh bangsa Indonesia.

Bangsa Indonesia saat ini, khususnya pada pemuda, harus bersatu dan menjaga persatuan. Bangsa Indonesia yang beragam dari Sabang sampai Merauke, harus bersama-sama menjaga keutuhan NKRI.

“Bangsa Indonesia harus bisa mengesampingkan perbedaan negatif yang dapat merusak keutuhan bangsa,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, mantan Menteri Lingkungan Hidup ini mendorong para pemuda dan pelajar untuk memiliki semangat juang tinggi dalam mencapai pendidikan yang setinggi-tingginya. “Para pemuda dan pelajar harus dapat meningkatkan kualitasnya,” katanya.

Menurut dia, masa depan Indonesia ada pada pemuda dan pelajar saat ini. Indonesia ke depan menjadi maju atau tidak, tergantung pada pemuda dan pelajar saat ini. (Aza/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here