MPR: Amendemen Terbatas UUD Tak Ubah Pasal Adat dan Budaya

Bamsoet
Ketua MPR dan aktivis Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet). Foto: Antara.

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, amandemen terbatas UUD NRI 1945 tidak akan mengubah pasal-pasal terkait adat dan budaya. Apalagi, saat ini generasi muda banyak yang kurang memahami nilai-nilai budaya bangsa.

“Ini bukan kesalahan mereka pribadi, tapi kesalahan kita semua sebagai para senior yang tak bisa mewariskan nilai-nilai agung budaya tersebut kepada generasi muda,” kata Bamsoet di Jakarta, Rabu (6/11).

Maka itu, ia mengajak Majelis Adat Kerajaan Nusantara bersama dengan MPR RI sebagai Rumah Kebangsaan untuk tak kenal lelah menyebarkan dan menanamkan nilai kebudayaan kepada para generasi bangsa. Ia menilai, tiada cara yang lebih cepat selain menjadi teladan.

“Sikap dan tindak tanduk kita yang sudah senior inilah yang menjadi rujukan para generasi bangsa. Jika ingin generasi bangsa kental dengan nilai-nilai budaya, maka harus dimulai dari diri kita,” katanya.

Adapun terkait usulan MPR RI 2009-2014 untuk melakukan amandemen terbatas terhadap UUD NRI 1945 dalam menghadirkan Haluan Negara, MPR RI 2019-2024 juga akan menggunakan pendekatan kebudayaan. Keberadaan Pasal 32 UUD NRI 1945 yang menjamin kehadiran negara dalam memajukan kebudayaan nasional ditengah peradaban dunia, serta penghormatan dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional, tidak akan diganggu gugat.

“MPR RI tak akan bergerak mundur dengan menghilangkan nilai-nilai sakral budaya bangsa dalam amandemen terbatas UUD NRI 1945,” katanya. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here