Kemenag: Biometrik Bukan Lagi Syarat Visa

Nizar Ali
Plt Sekjen Kemenag, Nizar Ali. Foto: Ahmad ZR/ Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama RI Nizar Ali mengatakan, saat ini biometrik sudah tidak menjadi syarat visa lagi. Biometrik dapat dilakukan sebelum pemberangkatan atau sebelum check in.

“Imigrasi Arab Saudi sudah di sini dan ada program Eyap. Itu program pemulangan yang disediakan untuk jamaah haji,” kata Nizar saat ditemui usai menghadiri Raker dengan Komisi VIII di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11).

Jumlahnya, ada 44 hotel yang melayani program Eyap. Ini sudah termasuk lounge dengan pelayanan VVIP. “Kemarin dari Jawa Barat 44 kloter. Mereka masuk lounge, bisa SPA, makan, ada musiknya, dan ke depan mungkin bisa ditambah,” katanya.

Mengenai persiapan tahun depan, ia menyatakan belum ada persiapan khusus karena penandatanganan MOU belum dilakukan. Meski begitu, Kemenag tetap melakukan evaluasi pelaksanaan haji 2019.

“Kalau kurangnya hanya sifatnya parsial, misalkan menu soal menu, kedua kalau bisa ditambah petugas. Terutama di Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina), itu saja usul dari jamaah,” ujarnya.

Ke depan, menu daerah akan diperbanyak. Ke dua dari sisi produksi bus yang digunakan antarkota akan ditingkatkan kualitas grade-nya.

“Bus sholawat juga (akan diperbaiki). Kriteria sopir antar kota provinsi tidak ramah dan itu kita upayakan memilih sopir yang memiliki tingkat keramahan dengan jamaah,” katanya.

Adapun layanan fast track, ia menyatakan sangat efektif untuk mempercepat akses jamaah ketika tiba di Arab Saudi. Ini dapat memangkas waktu hingga empat sampai lima jam.

“Kita akan kembangkan tidak hanya di Jakarta, tapi juga infrastruktur yang ada di bandara. Kedua, termasuk tenaga orang Arab imigrasi yang jumlahnya tidak sedikit 40 sampai 50 orang,” ujarnya. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here