Ajak Ahok, Mantan Jubir Gus Dur Anggap Erick Thohir Lakukan Blunder

Pegiat antikorupsi, Adhie Massardi. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Pegiat antikorupsi Adhie Massardi menyayangkan wacana pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama sebagai salah satu pimpinan BUMN oleh Menteri BUMN, Erick Tohir. Pasalnya, beberapa perusahaan pelat merah kini sedang dalam ancaman krisis.

“Entrepreneur muda Erick Tohir semula diharapkan mampu sehatkan BUMN,” kata Adhie melalui akun resminya yang dikutip, Jumat (15/11).

Namun, juru bicara mendiang Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini menilai Erick melakukan langkah blunder. Ini terlihat dengan cara dia yang dianggap memaksakan diri mengajak Ahok.

“Sementara, masalahnya (Ahok) numpuk di KPK; pembelian bus Transjakarta, Rumah Sakit Sumber Waras dan lain-lain yang saat pimpin DKI paling sangar gasak rakyat, ini bikin Erick seperti gali kuburannya sendiri,” katanya.

Sebelumnya beredar kabar, Ahok akan menduduki jabatan dirut di salah satu perusahaan BUMN. Saat ini, terdapat empat BUMN yang kursi direktur utamanya kosong, yakni Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Bank Mandiri, Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta Bank Tabungan Negara (BTN). Pertamina juga diisukan akan mengalami pergantian pimpinan.

Menteri BUMN Erick Thohir sudah buka suara soal kejelasan posisi Ahok nantinya. Erick mengatakan akan secepatnya menetapkan posisi Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok atau paling lambat awal Desember 2019.

“Segera mungkin, awal Desember,” kata Erick Thohir di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/11), menanggapi pertanyaan kapan posisi untuk Ahok ditetapkan. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here