GrabWheels Makan Korban, Kemenhub: Skuter Listrik Akan Dibatasi

Pengguna layanan otoped listrik (skuter listrik) manfaatkan akhir pekan mengendarai transportasi jarak dekat di Bundaran HI. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setyadi, angkat bicara terkait peristiwa tabrak lari oleh pengemudi Toyota Camry terhadap empat pengguna skuter listrik GrabWheels. Budi mengatakan, jenis skuter tersebut bukanlah kendaraan bermotor.

Budi menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (UU LLAJ), kendaraan yang bukan jenis motor regulasinya akan diserahkan ke pemerintah daerah, dalam hal ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Dari pihak DKI sudah ada regulasi terkait penggunaan GrabWheels,” ujar Budi di Jakarta, Kamis (14/11).

Dia mengatakan, ada beberapa regulasi baru yang sudah disepakati oleh semua pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah pusat, direktur kendaraan umum, maupun sejumlah pimpinan dari perusahaan Grab. Regulasi baru itu, menurut Budi, berupa batas usia pengguna GrabWheels dan wilayah pengoperasian skuter listrik.

“Skuter ini akan dibatasi yang sementara hanya boleh di jalur sepeda. Tidak boleh di trotoar dan tidak boleh di JPO (jembatan penyeberangan orang),” kata dia.

Terkait usia pengguna, Budi menekankan perlunya pengawasan khusus jika ada pengguna yang berada di bawah usia (kurang dari 17 tahun). “Itu juga sudah dirancang dan diatur dalam regulasi DKI Jakarta. Termasuk masalah jalan-jalan yang tidak boleh dilalui,” tutur Budi.

“Dari awal saya sudah mengatakan skuter ini tidak cocok di jalan raya. Ini masalah pengawasan, jika pengawasan tidak maksimal maka akan fatal,” ucapnya.

Menurut Budi, Kemenhub akan mengkaji lebih dalam lagi pascakecelakaan yang menewaskan tiga orang itu. “Penetapan regulasi akan dipercepat sampai Desember. Saya sudah menyarankan untuk besok ada pembicaraan secara teknis,” ujarnya. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here