Isu Pencekalan Habib Rizieq Syihab oleh Arab Saudi Dianggap Janggal

Habib Rizieq Shihab
Habib Rizieq Syihab. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Pencekalan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, di Arab Saudi, dinilai janggal. Kuasa hukum Rizieq, Sugito menyebutkan, tidak masuk akal jika Kerajaan Arab Saudi mencekal kliennya.

“Bahasanya sederhana saja, dia (Rizieq) dicekal, memang dia warga negara Arab Saudi? Dia kan warga Negara Indonesia,” kata Sugito ketika dihubungi, Jumat (15/11).

Kejanggalan kedua, kata dia, adalah soal alasan kemanan yang dijadikan dalih pencekalan Rizieq. Sugito menilai alasan tersebut tak relevan. “Keamanan negara mana? Keamanan Arab Saudi? Kalau (Rizieq) itu mengganggu harusnya tinggal dideportasi aja, dipulangkan saja,” ujar dia.

Sugito menuturkan, sebelumnya Habib Rizieq dianggap tak bisa keluar dari Saudi lantaran masalah kelebihan masa tinggal alias overstay. Sementara, perlakuan Pemerintah Arab Saudi terhadap TKI ilegal selama ini dikenal sangat keras. Bahkan, kerajaan itu biasanya langsung menjatuhkan hukuman penjara atau menyuruh membayar denda atas overstay, lalu mendeportasi TKI yang bermasalah.

Akan tetapi, hal serupa tidak dilakukan kepada kliennya, HRS. “Jadi intinya, alasan karena faktor keamanan Arab Saudi pun terbantahkan, ini bukan keamanan Arab Saudi, pasti ada maksud tertentu yang ingin Habib Rizieq tidak pulang ke Indonesia,” kata dia.

Sugito mengonfirmasi bahwa surat pencegahan terhadap Rizieq bukan secara resmi datang dari Pemerintah Indonesia. Buktinya, ketika pihaknya hendak terbang ke atau keluar dari Malaysia, tiba-tiba penyidik umum intelijen Arab Saudi datang untuk mencegahnya.

“Apa urusannya dengan intelijen Arab Saudi?” ujar Sugito.

“Kalaupun misalnya betul intelijen Arab Saudi, pasti juga terkait yang di Indonesia. Kan enggak mungkin bahan-bahannya itu dapat dari orang lain, pasti dari orang Indonesia juga. Siapa orang Indonesianya? Tentunya yang punya kebijakan di Indonesia lah, bukan orang sembarangan,” kata dia. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here