Sidang Sengketa Perdagangan Global, BPJPH Klarifikasi ke Jenewa

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Prof Sukoso. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Sertifikasi Halal di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Meski mayoritas penduduk Indonesia muslim, kewajiban ini ternyata menimbulkan pro kontra pada perdagangan global.

Sampai-sampai World Trade Organization (WTO) menggelar sidang sengketa Perdagangan antar negara di Jenewa, Swiss. Indonesia hadir sebagai satu-satunya negara yang mewajibkan Sertifikasi Halal bagi produk yang beredar di wilayahnya.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Prof Sukoso mengatakan isu halal masuk dalam sidang Technical Barrier to Trade (TBT) WTO. BPJPH sebagai institusi resmi wajib hadir mengklarifikasi isu ini.

“Kami menjelaskan bahwa isu halal adalah perintah UU JPH dan hal tersebut memberikan kemanfaatan banyak pihak di saat halal menjadi kecenderungan pasar global,” kata Sukoso dalam keterangan tertulisnya dari Jenewa, Jumat (15/11).

Sidang terkait persoalan halal berada pada urutan agenda ke-21. Pada awal sidang, UU JPH dipertanyakan oleh pengaju dari Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Ada juga lima negara lain yang ikut menanyakan. Namun, setelah mendapat penjelasan, kelimanya mengapresiasi Indonesia dalam melindungi hak-hak warga negaranya yang  muslim.

“Lima negara tersebut adalah Australia, Selandia Baru, China, Canada dan Brazil,” kata Sukoso.

Mereka mengapresiasi Indonesia yang telah berhasil menghadirkan UU yang memberikan perlindungan kepada warga negaranya yang muslim. Pemerintah melalui BPJPH memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha dan konsumen serta memberikan nilai tambah produk dalam menghadapi persaingan di pasar bebas global

“Dari lima negara yang mengapresiasi Indonesia, Selandia Baru secara khusus melakukan pertemuan secara bilateral dengan Indonesia,” kata Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang ini. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here