Tengku Zulkarnain: Tangkap Sukmawati!

Tengku Zulkarnain. Foto: istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Sekjen Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Tengku Zulkarnain, mengomentari pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad dengan Presiden Soekarno. Ia mendesak aparat penegak hukum menangkap putri proklamator itu karena telah melecehkan Nabi Muhammad.

“Secara akal dan bahasa, ngapain dia bawa bawa Baginda Nabi di abad 20 bagi NKRI, bukankah nabi sudah wafat 14 abad yang lalu. Ini unsur kesengajaan melecehkan Nabi. Tangkap…!,” kata Tengku Zulkarnain melalui laman resminya, Ahad (17/11).

Ia mengibarkan jika pihak kepolisian tidak menangkap Sukmawati, maka Umat Islam akan memberikan sanksi sosial. Ia juga meminta agar umat Islam tidak menyolarkan mayatnya jika mati.

“(Itu) adalah sebuah pelajaran bagi penista agama yang lain,” kata dia. Dia lalu mengungkit kasus Sukmawati yang pernah menangis minta maaf di Kantor MUI karena melecehkan agama.

Tengku lalu berkelakar bahwa tujuan Sukmawati menista agama karena ingin mendapat jabatan layaknya mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

“Soalnya narapidana penghina Al Qur’an dan Ulama bakal jadi Bos BUMN yang punya duit Trilyunan,” kelakarnya.

Dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad rekam dalam sebuah video dan viral di media sosial. Dalan video tersebut, Sukmawati seolah mempertanyakan peran Nabi Muhammad SAW saat merebut kemerdekaan Indonesia.

“Sekarang saya mau tanya neh semua. Yang berjuang di abad 20, itu nabi yang mulia Muhammad apa Insinyur Soekarno? Untuk kemerdekaan Indonesia? Saya minta jawaban. Silahkan siapa yang  mau menjawab silahkan berdiri, jawab pertanyaan ibu ini,” ujar Sukmawati dikutip dari video yang beredar tersebut.

Pernyataan itu sempat ingin disanggah oleh mahasiswa UIN Jakarta, Maulana. Namun, belum sempat menyelesaikan jawaban, ia diberhentikan.

“Memang benar, pada saat awal abad ke-20 itu yang berjuang adalah insinyur Soekarno…..,” jawab Maulana.  (*/Dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here