Pelapor Sukmawati Diperiksa Delapan Jam di Polda Metro Jaya

- Advertisement -

Indonesiainside.id, Jakarta – Penyidik Polda Metro Jaya baru selesai memeriksa pelapor Putri Presiden pertama RI Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri. Sukmawati dilaporkan dengan dugaan kasus penistaan agama.

Pelapor bernama Irvan Novianda itu melaporkan Sukmawati atas nama sendiri sebagai warga dan seorang muslim. Dia adalah seorang warga dari Bandung dengan didampingi kuasa hukum, Sumadi Admaja.

Dia tidak terima atas pernyataan Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad dengan Bung Karno. Adapun pasal yang disangkakan dengan Pasal 156A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP.

- Advertisement -

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih dari delapan jam, Irvan dan kuasa hukumnya, Sumadi Admaja, keluar dari ruangan penyelidikan. “Nabi Muhammad SAW sendiri merupakan utusan Allah. Beliau ditunjuk langsung sebagai penutup dari para Nabi dan Rasul yang memiliki tugas untuk mensyiarkan ajaran Tauhid di muka bumi,” ujar Irvan di Polda Metro Jaya, Senin malam (18/11).

Irvan mengatakan, semestinya Sukmawati tidak membandingkan Bung Karno dengan Nabi Muhammad SAW. “Karena Nabi Muhammad memiliki gelar ma’shum dan itu tidak pernah dimiliki oleh seluruh manusia di muka bumi. Kemudian, Soekarno hanyalah manusia biasa yang tidak bisa dibandingkan dengan Nabi Muhammad SAW,” tegasnya.

Sementara itu, Sumadi Admaja menyayangkan sikap Sukmawati yang kerap membuat pernyataan kontroversial. “Sukmawati pernah berceloteh dengan membacakan puisi Kidung Ibu Pertiwi yang membicarakan mengenai azan dan cadar. Hal tersebut secara langsung melukai perasaan umat Islam di tanah air,” ujarnya.

Sebelumnya, Sukmawati juga dilaporkan terkait kasus serupa. Pelapor adalah advokat perempuan bernama Ratih Puspa Nusanti, yang merupakan salah satu anggota Koordinator Bela Islam (Korlabi). Laporan Ratih Puspa tersebut tertuang dalam nomor LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 15 November 2019. (Aza)

Berita terkini

Siswa Thailand Kembali Bersekolah Dengan Protokol Kesehatan

Indonesiainside.id, Bangkok - Sekolah-sekolah di Thailand telah dibuka kembali pada Rabu (1/7) dengan sejumlah protokol kesehatan ketat. Siswa diwajibkan menjalani sensor suhu tubuh, disinfeksi tangan,...
- Advertisement -
ads1 mekarsari

Lego Hentikan Iklan di Seluruh Media Sosial

Indonesiainside.id, Kopenhagen - Produsen Lego akan segera menarik seluruh pemasangan iklan di media sosial selama 30 hari, demikian dikatakan raksasa mainan internasional tersebut pada...

Rumah Zakat Gelar Program Superqurban, Maksudnya Begini

Indonesiainside.id, Jakarta - Rumah Zakat bakal menerapkan protokol kesehatan sesuai yang ditentukan Kementerian Pertanian dalam mengelola hewan kurban di masa pandemi Covid-19. Rumah Zakat...

Pengamat UNS: RUU Cipta Kerja Jangan Salah Arah, Investasi Saat Ini Untuk Masa Depan

Indonesiainside.id, Jakarta - Ekonom dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Lukman Hakim berpendapat bahwa implementasi RUU Cipta Kerja seharusnya diarahkan untuk memberikan jaminan kemudahan...

Berita terkait

Rumah Zakat Gelar Program Superqurban, Maksudnya Begini

Indonesiainside.id, Jakarta - Rumah Zakat bakal menerapkan protokol kesehatan sesuai yang ditentukan Kementerian Pertanian dalam mengelola hewan kurban di masa pandemi Covid-19. Rumah Zakat...

Wahai Para Peternak Waspadai Flu Babi Jenis Baru dari China

Indonesiainside.id, Jakarta - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian mengimbau agar peternak babi di Indonesia selalu menerapkan kebersihan atau higienitas dalam kandang...

Indonesia Tidak Masuk Dalam Daftar Negara Aman Covid-19, Tunda Dulu Rencana ke Eropa

Indonesiainside.id, Jakarta - Uni Eropa telah mengumumkan 14 negara yang masuk dalam kategori aman untuk masuk dan berpergian ke negara-negara di Eropa di tengah...

Kekebalan Masyarakat Tanpa Gejala Covid-19 Naik Dua Kali Lipat

Indonesiainside.id, London โ€“ Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa jumlah orang yang kebal terhadap Covid-19 lebih tinggi dari yang diperkirakan. Tes antibodi juga bukan lagi...

16 KOMENTAR

  1. Ayoo klo Kita masih mau diakui sebagai umat Baginda Nabi Muhammad SAW…. Kita muliakan Beliau…
    Karena syafaatNya sangat kita harapkan di hari akhir nanti…

  2. Banyak yg komen kony disini. Di periksa bukan berarti beliau bersalah, polisi membutuhkan bukti-bukti terkait apa yg di laporkan.

    Diperiksa bukan berarti kesalahannya berbaluk, Logis2 ajalah.

  3. Yang bener gimana sih?… Gila nih…
    Yg melaporkan diperiksa. Lha yg dilaporkan diperiksa gak?…. Kalo enggak ya tambah gila. Kwadrat sampe ke anak cucu…

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here