Dana Penerima Bantuan Iuran BPJS Rp9,13 T Cair Pekan Ini

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris (tengah) mengatakan jika biaya PBI dari Menkeu akan turun pada Jumat besok. Foto: Anisa Tri K

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani tengah menghitung anggaran keuangan BPJS Kesehatan agar kembali ‘sehat’. Gagasan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 160 tentang Tata Cara Penyediaan Pencairan dan Pertanggungjawaban Dana Iuran Jaminan Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Beberapa waktu lalu, Sri sudah memperkirakan biaya estimasi tambahan pembayaran PBI BPJS Kesehatan untuk tahun ini, yakni sebesar Rp14 triliun.

Melanjuti realisasi rencana Menkeu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris mengatakan, pembayaran tambahan tersebut sudah bisa direalisasikan minggu ini, yakni pada Jumat (22/11).

Fahmi menjelaskan, jika pembayaran tersebut merupakan pembayaran tahap pertama dengan jumlah sekitar Rp9,13 triliun, dan untuk sisanya, akan dibayarkan di tahap berikutnya.

“(Pembayaran) tahap awal ini kurang lebih Rp9,13 triliun, Jumat ini akan turun. Dan minggu depan akan turun lagi tahap berikutnya, sehingga totalnya kurang lebih Rp13 hingga Rp 14 triliun,” ujar Fachmi, saat ditemui di kantor BPJS Jakarta, Selasa (19/11).

Untuk diketahui, saat ini jumlah PBI yang ditanggung oleh pemerintah sebanyak 96,5 juta jiwa. Sebelumnya, peserta PBI yang menerima izin Pemerintah Daerah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp19.000 per orang setiap bulan.

Dengan adanya kenaikan PBI yang mulai berlaku 1 Agustus 2019 lalu, pemerintah harus membayarkan sebesar Rp42.000 per orang setiap bulannya.

Fachmi menerangkan, nantinya tambahan pembayaran tersebut akan digunakan untuk membayar utang jatuh tempo yang diemban BPJS Kesehatan saat ini. Namun, dia menekankan pihaknya tidak hanya mengandalkan tambahan pembayaran dari pemerintah tetapi juga pembayaran iuran oleh peserta. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here