Menhan Prabowo Prioritaskan Kecanggihan Alutsista

Indonesiainside.id, Jakarta – Kementerian Pertahanan terus melakukan pembenahan terhadap alat utama sistem senjata (Alutsista) yang dimiliki oleh TNI dari tiga matra berteknologi canggih dan modern.

Hal itu dilakukan agar alutsista yang dimiliki TNI mampu menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bahkan, pemerintah menganggarkan untuk Kementerian Pertahanan pada APBN 2020 mencapai Rp 127,36 triliun. Anggaran itu meningkat daripada anggaran pertahanan 2019 yang mencapai Rp121 triliun. Anggaran tersebut merupakan anggaran terbesar dibandingkan kementerian/lembaga lainnya.

Penambahan anggaran pertahanan dimaksudkan untuk pemenuhan kekuatan pokok minimum (minimum essential force/MEF) yang telah digulirkan sejak zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2010.

Kementerian Pertahanan sendiri menganggarkan program modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) pada tahun 2020 sebesar Rp10,86 triliun, naik 20 persen dari anggaran tahun sebelumnya.

Nilai tersebut terdiri atas Rp4,59 triliun untuk modernisasi alutsista matra darat, matra laut Rp4,16 triliun, dan matra udara Rp2,11 triliun.

Usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo dengan topik Kebijakan Pengadaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) di Istana, Jumat (22/11), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengaku anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah di bidang pertahanan sudah cukup dan perlu digunakan dengan sebaik-baiknya.

“Anggaran saya kira cukup, asal kita penggunaannya baik,” kata Prabowo dikutip Senin(25/11).

Pemerintah juga secara concern telah membahas soal pengadaan alutsista sebagai upaya memperkuat pertahanan negara dan berfokus pada investasi di industri pertahanan agar berjalan dengan baik.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here