Rombongan Santri dari Tiga Ponpes Jalan Kaki dari Banten ke Monas

Rombongan santri
Rombongan santri yang jalan kaki dari Banten tiba di Monas, Jakarta, Ahad (1/12). Foto: Muhajir/ Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Masih ingat puluhan peserta 212 yang jalan kaki dari Ciamis ke Jakarta? Aksi heroik jamaah dan santri dari Garut itu kini menjadi legenda dalam Aksi Super Damai 212 pada 2016 silam.

Hari ini, satu rombongan santri dari Banten juga jalan kaki ke Monas untuk mengikuti Reuni 212. Saat ini, mereka sudah tiba di Monas. Santri-santri itu menamakan diri HTA Ijabers (Himpunan Tabligh Akbar Ikatan Jama’ah Bershalawat).

Rombongan santri
Rombongan santri yang jalan kaki dari Banten tiba di Monas, Jakarta, Ahad (1/12). Foto: Muhajir/ Indonesiainside.id

Mereka tidak berasal dari satu pondok pesantren saja. Setidaknya ada tiga pesantren yang ikut serta, yakni Pesantren Daarul Huda, Madarijul Ulum, dan dan ada juga dari Sentul, Bogor tepatnya di Sentul Purnama.

Inisiator longmarch, Hikmatullah (17), mengaku mendapat restu dari pimpinan pondok masing-masing. Bahkan, kata dia, pimpinan pondok sangat mendukung penuh niat mereka.

Setelah mendapat izin, mereka lalu persepakat bertemu di sebuah minimarket yang ada disekitar Pondok Madarijul Ulum, Banten. Kemudian, mulai berjalan sejak jam 06.00 WIB pagi. “Biar dapat berkah kalau jalan pagi,” kata Hikmatullah salah seorang santri Pesantren Daarul huda.

Saat bertemu di lapangan Indonesiainside.id di Monumen Nasional (Monas), mereka mengaku tiba sekitar pukul 14.00 WIB. Setiba di lokasi, mereka tampak menyalami beberapa peserta yang sudah hadir. Beberapa di antara mereka menawari makanan.

Sambil berkelakar, Isni (13) santri dari Pesantren Madarijul Ulum mengaku tak mau kalah dengan mujahid Ciamis tempo lalu. “Berlomba-lomba dalam kebaikan harus bang,” kata Isni disambut takbir teman-temannya.

Ada juga santri dari Sentul Purnama, Bogor. Ia sekolah Di Banten, dan juga termotivasi untuk jalan kaki ke Jakarta. “Selain gak punya duit, kita juga mau dapat pahala bang,” kata Sodikin (17) katanya.

Salah satu emak-emak yang melihat keberadaan mereka langsung memanggil ke sebuah tenda untuk istirahat. “Sini aja nak. Istirahat. Ini ada minum,” seru Ratna Sari dari Ikatan Advokasi Muslim Indonesia (IKAMI) kepada 15 santri yang jalan kaki itu.

Ratna mengaku sangat terharu dengan semangat mereka. “Masya Allah, luar biasa,” kata Ratna. “Kami dari IKAMI sangat bangga dengan mereka,” lanjutnya.

Rekan Ratna, Heni Amir, juga mengungkapnya hal serupa. Ia bahkan tak bisa berkata-kata saat dimintai komentar oleh Indonesiainside.id. “Masya Allah,” lirih Heni. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here