Megawati Bicara soal Khilafah di Istana Negara

Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri berpidato di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12). Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri berbicara tentang khilafah di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12). Dia juga menyinggung masalah radikalisme khususnya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Megawati menyampaikan hal tersebut dalam acara “Presidential Lecture” Internalisasi dan Pembumian Pancasila yang digagas BPIP. Dalam acara tersebut hadir Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, para anggota Dewan Pengarah BPIP antara lain Sudhamek Wakil, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Ahmad Syafii Maarif. Selain itu, hadir juga para menteri kabinet Indonesia Maju serta para kepala lembaga pemerintah.

Menurut Mega, tugas dan tanggung sebagai Dewan Pengarah BPIP sangat berat. Karena itu, dia minta pemerintahan satukan dulu yang namanya rasa agar bangsa ini tidak terpecah.

“Kita tahu sudah berapa jauh terpaparnya masjid-masjid kita, apakah Allah SWT itu memang penyampaiannya kebencian? Merusak? tidak toleran? Pikiran ini harus disatukan, mau diapakan? Apa antidotnya? Apa penawarnya? Bukan obatnya, itu harus jadi satu,” ungkap Megawati.

Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengaku sempat meminta bantuan Jusuf Kalla sebagai ketua Dewan Masjid agar masjid-masjid di kementerian tidak membicarakan soal kebencian.

“Saya waktu itu bilang ke Pak Jusuf Kalla sebagai ketua Dewan Masjid, tolong Pak kalau dibiarkan saja hanya kebencian yang diberikan ke mereka ini, rakyat kita yang rohaninya perlu diisi bagaimana kalau kita seperti Timur Tengah? Siapa yang akan menghentikan?” kata Megawati.

Kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tjahjo Kumolo, dia meminta agar berhati-hati terhadap ASN yang diduga terpapar paham radikalisme.

“Kami Fraksi PDI Perjuangan itu membuka diri, mari datang ke fraksi kami, dan mungkin Mas Prabowo juga bisa di dalam fraksinya, buka diri ya Pak. Bagi mereka yang sangat berkeinginan untuk mendirikan yang namanya khilafah, boleh ke DPR. Kita dengarkan itu. Opo toh karepe?” katanya.

Megawati pun mempertanyakan bila ingin mendirikan khilafah, siapakah khalifahnya? Lalu, bagaimana memilih khalifah?

“Pertanyaannya, khalifahnya itu sopo? Kalau saya baca-baca soal khilafah itu adalah sebuah, seperti ‘nation’ tanpa ‘border’. Lalu bagaimana ya memilih khalifahnya? Khalifahnya lalu dari mana?” tanya Megawati.

Megawati mengaku tidak ada yang datang ke DPR untuk berdiskusi mengenai pendirian khilafah. “Enggak ada yang datang ke DPR bicara. Saya sudah nunggu nunggu, bukan saya, nanti yang hadapi anak buah saya. Supaya enak gitu loh, pantes ooh ini mau merubah negara kita tercinta ini. Sebentar lagi 75 tahun, bayangkan loh, sebuah negara bisa hancur,” tegas Megawati. (Aza/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here