BNN: Ganja Bukan Obat

Ilutrasi ganja. (Foto: istimewa)

Indonesiainside.id, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) menanggapi isu berkembang soal ganja sebagai obat. Deputi Pemberantasan BNN, Arman Depari menyebut belum ada rekomendasi utama di bidang medis terkait hal itu.

“Di Indonesia dan di seluruh dunia belum ada yang merekomendasikan ganja atau kandungannya yang disebut dengan THC Tetrahydrocannabinol itu sudah direkomendasikan untuk mengobati penyakitnya tertentu, itu belum ada,” kata Arman di Jakarta, Kamis, (5/12).

Namun Arman tak menampik beberapa negara melegalkan ganja. Meski legalitas itu dibatasi dengan dosis tertentu. Arman pribadi menyangsikan manfaat ganja sebagai obat, karena sepengetahuan dia belum ada penelitian terkait itu.

Baca Juga:  Ratusan Kilogram Ganja Siap Edar di Perumahan Pesona Metropolitan Bekasi Diungkap BNN

Terlebih tak ada perusahaan farmasi yang menggunakan zat dalam ganja sebagai obat. Sehingga manfaat ganja dalam medis semakin diragukan.

“Sekalipun ada, permasalahannya tentu obat yang lain masih ada. Jadi, belum bisa dipertanggungjawabkan secara medis,” kata dia.

Selain itu, Arman melihat masih ada alternatif obat selain ganja. Sehingga kebutuhan legalitas ganja tak mendesak.

“Kecuali memang sudah tidak ada obat lain. Ya, mungkin bisa dicoba tapi yang jelas, sampai saat ini belum ada hasil penelitian itu,” kata Arman. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here