Kemenag Percaya Survei: 10 Persen Pemuda Ingin Negara Islam

Abdul Rahman Masud
Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Abdul Rahman Masud (dua kiri), di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (5/12). Foto: Ahmad ZR/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Abdul Rahman Masud mempercayai survei bahwa ada 10 persen kelompok muda ingin Indonesia menjadi negara Islam dan boleh kekerasan.

Masud menjelaskan, di antara masalah manusia modern terutama yang menjangkiti generasi muda adalah hidup dalam lautan informasi di era pascakebenaran (post truth). Selain itu, banyak mereka yang ingin instan dan berpola pikir hitam putih.

“Nah kita bisa melihat ada gen milenial dan ekstrimisme yang saling berdekatan. Misalnya, 10 persen kelompok muda ingin Indonesia menjadi negara Islam dan boleh kekerasan,” kata Masud mengutip data Survei UIN Sunan Kalijaga tahun 2019 dalam sebuah diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (5/12).

Dia juga percaya pada survei bahwa ada 23,4 persen mahasiswa dan 23,3 persen pelajar setuju jihad untuk tegaknya negara Islam. Bahkan, dia menyebutkan 58,5 persen mahasiswa memiliki pandangan keagamaan pada opini radikal.

“Maka, kami mengarusutamakan moderasi beragama sebagai solusi,” ujarnya.

Moderasi beragama, jelas Masud adalah proses memahami dan memraktikan agama secara adil dan berimbang serta menjauhi sikap ekstrim. Bukan moderasi agama, karena agama sejatinya sudah moderat.

“Moderasi beragama yaitu cara beragama jalan tengah. Prinsipnya adil dan seimbang,” katanya.

Masud menjelaskan, dalam menguatkan moderasi beragama, Kemenag terus menyosialisasikan dengan beberapa unit program. Termasuk menginternalisasikan dan mempraktikannya dalam berbagai sendi kehidupan.

“Kami juga mengintegrasikan ini ke dalam RPJMN (rencana pembangunan jangka menengah nasional) tahun 2020-2024,” ujar dia. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here