Oleh-Oleh Menag dari Saudi untuk Calon Jamaah Haji 2020

Menteri Agama Fachrul Razi
Menteri Agama Fachrul Razi. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Usai hampir sepekan kunjungan kerja Menteri Agama Fachrul Razi ke Arab Saudi dalam rangka penandatanganan MoU Penyelenggaraan Haji 1441H/2020M, Fachrul membawakan oleh-oleh khusus untuk masyarakat Indonesia terutama calon jamaah haji (calhaj). Selain upaya penambahan kuota, oleh-oleh lain dari kunjungan Menag ke Saudi adalah penambahan fasilitas layanan fast track.

Selama ini, layanan tersebut hanya diberikan kepada sekitar 70.000 jamaah haji Indonesia yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Fachrul awalnya mengusulkan agar layanan yang sama bisa dilakukan di seluruh embarkasi, namun pihak Saudi baru bisa menambah untuk satu embarkasi saja.

“Tahun depan, Saudi setuju untuk menambah layanan fast track di embarkasi Surabaya,” kata Fachrul di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Kamis (5/12).

Selain fast track, ujarnya, Saudi juga akan menambah layanan Iyab saat pemulangan jamaah dari Arab Saudi ke Indonesia. Tahun 1440 H, maskapai Saudi menerapkan Program Iyab untuk sekitar 48 kloter jamaah haji Indonesia.

Melalui program ini, ketika akan meninggalkan bandara Jeddah atau Madinah ke Tanah Air, jamaah tidak melakukan proses keimigrasian seperti perekaman biometrik, sidik jari dan lainnya. Setibanya di bandara, jamaah bisa langsung masuk pesawat.

“Iyab tahun lalu hanya untuk 48 kloter, jamaah puas karena merasa diperlakukan seperti VIP. Kita minta diperbanyak dan pihak Saudi sedang mempertimbangkan agar ini bisa diperbanyak,” ucapnya.

Terkait visa berbayar sebesar 300 Riyal Saudi, Menag menjelaskan bahwa itu sudah menjadi kebijakan Pemerintah Saudi. Visa tersebut sudah diberlakukan bagi semua orang yang akan masuk ke Saudi, termasuk bagi jemaah haji.

“Kami sudah minta agar itu ditunda pemberlakuannya dan agar petugas dibebaskan, tapi katanya itu sudah menjadi keputusan,” ujarnya.

Adapun kuota dasar jamaah haji Indonesia yang tertuang dalam MoU antara Indonesia dengan pemerintah Arab Saudi berjumlah 221.000, terdiri atas 204.000 kuota jamaah haji reguler, dan 17.000 kuota jamaah haji khusus. Namun, ada klausul juga bahwa Indonesia mengajukan penambahan sebesar 10.000.

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, jika permohonan Indonesia diterima, maka kuota 10ribu tersebut bersifat tambahan, bukan kuota dasar. Apakah akan menjadi kuota dasar, kata Menag, hal itu perlu dibahas bersama dalam kesepakatan Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Konferensi Islam (KTT OKI).

“Termasuk dengan kuota petugas, jumlahnya masih sama dengan tahun lalu, 4.100. Kami juga mengajukan usulan tambahan agar kuota petugas haji menjadi 4.200,” kata Fachrul.

Dia menyebutkan, tarik ulur ini terkait penambahan kuota terkait dengan fasilitas di Mina yang sangat terbatas. Maka itu, Saudi akan berusaha menambah kenyamanan jamaah terlebih dahulu, bukan menambah kuota jamaahnya. (Aza)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here