Rakyat Kecil Masih Terlilit Rentenir, Sandi Upayakan Akses Pinjaman Tanpa Riba

Sandiaga Salahuddin Uno
Sandiaga Salahuddin Uno. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Sistem pinjaman dengan bunga tinggi masih menjamur sehingga rakyat kecil terjebak dan terlilit utang yang tak keruan. Sistem rentenir masih berkuasa ditambah lagi maraknya pinjaman online abal-abal.

Pengusaha muda Sandiaga Salahuddin Uno mengakui, masyarakat kecil terpaksa meminjam uang lewat rentenir karena sulit mengakses lembaga keuangan formal. Keluhan rakyat kecil seperti itu terserap saat Sandi mengunjungi daerah-daerah Indonesia guna memperkenalkan Bank Infaq.

“Akhirnya mereka terpaksa berutang ke rentenir atau pinjaman online abal-abal yang bunganya sangat tinggi, alhasil mereka terlilit oleh utang,” kata Sandi melalui akun resminya, Kamis (5/12).

Dua masalah yang paling menonjol di kalangan masyarakat adalah sulitnya mencari lapangan pekerjaan dan masih sulitnya mengakses lembaga keuangan formal. Karena itu, Sandi meluncurkan Bank Infaq yang mengelola dana infak secara profesional dan tidak menggunakan sistem riba.

“Ini adalah sebuah gerakan yang lahir untuk memberikan solusi atas permasalahan masyarakat yang selama ini kesulitan mendapat akses ke lembaga keuangan formal,” ujarnya.

Ia bersyukur, dalam waktu delapan bulan, sudah meluncurkan lebih dari 20 Bank Infaq yang tersebar di enam provinsi. “Insya Allah kita akan segera luncurkan di Bekasi,” ucapnya.

Mantan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini berharap, Bank Infaq akan membawa banyak manfaat untuk masyarakat. “Kita ingin sahabat-sahabat kita, para pengusaha UMKM, dan masyarakat lainnya bisa mengembangkan usahanya dan menciptakan lapangan kerjanya sendiri tanpa harus terlilit oleh pinjaman rentenir,” ujar Sandi. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here