Kisruh TVRI, Kominfo Lakukan Mediasi Terpisah

Menteri Kominfo Johnny G Plate. Foto: Anisa Tri K/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Helmy Yahya diberhentikan jabatannya selaku Direktur Utama (Dirut) TVRI oleh Dewan Pengawas TVRI. Pemberhentian tersebut tertulis pada surat keputusan nomor 3 Tahun 2019, namun dalam isi surat itu tidak dijelaskan alasan mengenai pemberhentian tersebut. Menanggapi surat itu, Helmy Yahya membela diri. Ia mengaku hingga saat ini masih menjabat posisinya. “Saya tetap Dirut TVRI yang sah. Intinya saya masih tetap dirut sah bersama seluruh direksi,” ujar Helmy pada Kamis (5/12).

Terkait kisruh ini, pada Jumat (6/12), Direktur Utama (Dirut) TVRI Helmy Yahya dan Dewan Pengawas TVRI melakukan mediasi terpisah di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Upaya mediasi ditengahi oleh Menteri Kominfo Johnny G Plate.

Kepada media, Johnny mengatakan, jika permasalahan Helmy dan Dewan Pengawas TVRI sebaiknya diselesaikan secara internal. “Kisruh management yang ada di TVRI adalah masalah internal. Kita berharap itu diselesaikan secara internal oleh TVRI. Saya tadi bertemu dengan dewan pengawas dan direksi. Kami menyimpulkan jika sebaiknya permasalahan ini tidak dibawa ke ranah publik,” tegas Johnny di kantor Kominfo, Jakarta.

Dari pertemuan ini, Johnny menyimpulkan pertemuan hari ini. Diantaranya kewenangan dewan pengawas di bawah aturan pemerintah Nomor 13 2005 dewan pengawas punya kewenangan untuk memberhentikan direksi dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagaimana amanat di dalam peraturan pemerintah yang dimaksud. Sebaliknya, Direksi TVRI juga mempunyai hak yang diatur oleh peraturan pemerintah tersebut untuk membela dirinya dan secara detail sudah diatur jadwalnya.

“Untuk itu kami minta dan berharap dewan pengawas dan direksi untuk menggunakan semua hak dan kewajiban sebagaimana yang diamanatkan dalam peraturan dewan tersebut,” ujarnya. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here