Jauhi Tempat Terbuka Agar Terhindar dari Sambaran Petir

Ilustrasi sambaran petir. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Kupang – Manusia termasuk salah satu objek sambaran petir dalam kategori tonjolan di muka bumi. Namun, petir cenderung memilih tempat terbuka dan objek yang tinggi sehingga petir bisa dihindari dengan berlindung di tempat tertutup.

Artinya, orang yang berada di tengah sawah, bermain bola di lapangan, maupun berlayar di atas kapal, berpotensi menjadi objek yang rawan disambar petir. Petir dapat menyambar tanpa memilih-milih dan dapat menyambar beberapa objek sekaligus.

Karena itu, masyarakat harus selalu waspada pada kilatan-kilatan petir, saat berada di bawah pohon, tempat terbuka yang bisa menimbulkan potensi terjadinya petir.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Agung Sudiono Abadi mengatakan, petir memang memilih tempat yang terbuka sebagai objek sambarannya sehingga masyarakat perlu waspada saat beraktivitas.

“Petir cenderung memilih tempat terbuka, obyek yang tinggi, dan tonjolan di permukaan bumi. Obyek tinggi bisa berupa tiang ataupun pohon, dan tonjolan bisa berupa bukit atau gunung maupun manusia, hewan, dan bangunan yang berada di tempat terbuka,” katanya di Kupang, Ahad (8/12).

Petir, kilat atau halilintar, merupakan gejala alam yang muncul pada musim hujan saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh.

Perbedaan waktu kemunculan petir dan guruh disebabkan perbedaan antara kecepatan suara dan cahaya. Meski begitu, sambaran petir dapat dihindari dengan menjauh dari tempat terbuka pada saat hujan. (Aza/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here