Komisi Hukum DPR: Eks Dirut Garuda Harus Ditangkap

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni. Foto: Antara

Indonesiainside.id, JakartaKomisi III DPR yang membidangi masalah hukum meminta agar Polri mengusut tuntas penyelundupan yang dilakukan eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara). Ini karena penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Airbus A330-900 Neo itu merugikan nama Garuda sebagai perusahaan negara.

“Saya meminta Polri segera memeriksa dugaan pidana yang dilakukan Dirut Garuda Ari Askhara,” kaya Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, di Jakarta, Ahad (8/12).

Dia mengatakan, aksi pelanggaran hukum yang dilakukan Ari Askhara itu merugikan negara. Mengacu pada pada pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, potensi kerugian negaranya mencapai Rp1 miliar.

Sementara, menurut Sahroni, potensi kerugian negara akibat penyelundupan ini adalah Rp500 juta hingga Rp1,5 miliar. Jumlah tersebut tidak bisa dianggap pelanggaran hukum biasa.

“Karenanya, sangat penting untuk polisi agar segera mengusut kasus ini, karena ini sudah masuk ke ranah pidana,” ucap dia.

Politikus Partai NasDem itu mengatakan, Polri harus menunjukkan komitmennya memberantas tindak pidana penyelundupan. Salah satu caranya yakni dengan menangkap Ari Askhara.

“Saya yakin bahwa tindakan tegas Polri dalam menangani kasus ini dapat memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang kerap kali melakukan penyelundupan dan menyebabkan negara kita merugi,” ucap dia. (*/Dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here