Pengamat: Geometrik Jalan di Indonesia Belum Akomodasi Keselamatan Pengendara

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua Forum Transportasi Perkotaan Masyarakat Indonesia (FTPMI), Gandri Ramadhan, mengungkap penyebab utama kecelakaan lalu lintas juga dipengaruhi dari segi design geometrik jalan. Menurut dia, geometrik jalan di Indonesia masih belum mengakomodasi sisi keselamatan pengendara.

“Geometrik jalan itu bisa berupa prioritas pejalan kaki dan sepeda, agar titik-titik yang kritis di jalanan tidak terjadi kecelakaan,” ujar Gandri saat dihubungi oleh Indonesiainside.id, akhir pekan ini.

Gandri juga mempunyai pandangan bahwa kecelakaan transportasi darat pada umumnya berulang kali terjadi di titik yang sama. Ini disebabkan jalan tersebut tergolong jalan yang lebar dan kecepatan kendaraan yang cukup tinggi. Padahal, untuk pengaturan kecepatan kendaraan sebenarnya sudah diatur oleh pemerintah.

Dia menjelaskan, aturan tersebut yaitu kendaraan yang berada di jalur arteri hanya diperbolehkan melaju pada kecepatan maksimal 60 km/jam. Sementara untuk jalan lokal, kata dia, hanya diberi kecepatan rencana maksimal 20-30 km/jam.

Selain itu, Gandri juga menganggap angka kecelakaan di jalan-jalan raya Indoensia relatif stagnan, yang berarti menunjukkan belum adanya intervensi langsung dari pemerintah. “Jalanan yang sekarang ada, itu kecepatan rencananya pun masih sama seperti dulu,” ujar dia. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here