Ungkit Kasus Munir, Gerindra: Ari Askhara Harus Dipidana

Politikus Partai Gerindra, Iwan Sumule. Foto: istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Politikus Partai Gerindra, Iwan Sumule, menilai penyalahgunaan wewenang eks direktur utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara) tidak bisa ditolerir. Ia menyebut Ari rak cukup dicopot karena menyelundupkan barang ilegal menggunakan Airbus A330-9000 milik Garuda.

Ia menyinggung kasus mantan Dirut Garuda, Indra Setiawan, pada 2017 silam. Kala itu Indra ditangkap Mabes Polri pada 14 April 2007 silam dan divonis satu tahun penjara oleh PN Jakarta Pusat dalam kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir.

Indra ditangkap bersama Sekretaris Pilot Airbus A-330 Garuda Indonesia, Ruhainil Aini. Dalam tuntutan jaksa, mantan orang nomor satu Garuda itu dianggap bersalah karena memberikan bantuan dengan sengaja menugaskan Pollycarpus sebagai staf perbantuan corporate atau aviation security dalam penerbangan bersama Munir.

Dalam kasus itu, Mahkamah Agung memvonis 20 tahun penjara terhadap pilot Garuda, Pollycarpus Budihariproyanto atas keterlibatan dalam pembunuhan Munir. Seperti diketahui, Munir tewas karena diracun saat berada di pesawat Garuda nomor penerbangan GA 974, Senin, 7 September 2004 yang terbang dari Jakarta menuju Amsterdam

“Dulu Indra Setiawan, eks Dirut Garuda dihukum pidana hanya karena menerbitkan ‘Surat Tugas’ kepada Pollycarpus (pilot Garuda),” kata Iwan Sumule melalui laman resminya, Ahad (8/12).

Merujuk kasus Indra tersebut, Iwan Sumule menilai seharusnya ada sanksi pidana yang juga diberikan kepada Ari Askhara. Hal tersebut dikarenakan telah diperkuat dengan sama-sama adanya bukti pidana.

“Sekarang kasus penyelundupan Ari Askhara, mestinya juga dihukum pidana, tak hanya diberi sanksi administrasi,” kata dia. (*/Dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here