Pelajaran Agama Hanya Memuat Nilai Keagamaan Moderat, Nasionalis dan Religius

Kamaruddin Amin
Dirjen pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan setuju untuk melakukan perbaikan terhadap materi buku pelajaran agama yang memuat konten jihad dan khilafah. Kemenag akan merancang perspektif baru dan akan digunakan juga oleh Kemendikbud.

“Kan sekarang tugas menulis buku agama di kementerian agama. Jadi kemenag yang menulis, nanti diimplementasikan di sekolah,” kata Dirjen pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin saat ditemui di kantornya di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (9/12).

Kamaruddin menerangkan, materi khilafah dan jihad juga ada di buku Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun hanya disinggung saja dan tidak menjadi pembahasan tematik dan spesifik.

“Kalau selama ini di madrasah memang khilafah dan jihad dalam buku fikih, (nanti akan) dipindahkan ke sejarah. Jadi sama hanya sejarah ya yang diungkapkan dan diberi perspektif lebih kontekstual,” ujarnya.

Dia mengatakan, tujuan prespektif baru ini agar siswa dan guru paham konteks Indonesia dan sejarah Islam. Menurut dia, nasionalisme dan religiusitas harus ditanamkan bersamaan pelajaran agama.

“Jadi pelajaran agama Islam akan berfungsi instrumental, menanamkan nilai-nilai keagamaan yang moderat, nasionalis, dan religius,” kata Kamaruddin.

Dalam tahapan implementasinya, ujarnya, Kemenag akan selalu berkoordinasi dengan Kemendikbud. Sehingga tidak ada tumpang tindih.

“Kita satulah, satu kementerian bersama. Satu pemerintah tentu harus selalu koordinatif dan terkoordinasi,” tuturnya.

Outputnya, peserta didik akan memiliki nilai religiusitas tinggi dan rajin ibadah. Di sisi lain, mereka memiliki pengetahhan, pemahaman dan artikulasi keagamaan yang nasionalis. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here