Pertegas Batas Wilayah, Perbatasan RI – Republik Palau Dipasangi Dua Prasasti

- Advertisement -

Indonesiainside.id, Jayapura – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan telah memasang dua prasasti di Pulau Fani, Raja Ampat, untuk mempertegas batas wilayah antara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Republik Palau.

“Pemasangan prasasti Bhinneka Tunggal Ika dan prasasti batas negara di wilayah Distrik Kepulauan Ayau itu dilakukan pada Sabtu (7/12),” kata Gubernur Dominggus Mandacan di Manokwari, Senin(9/12).

Gubernur Dominggus didampingi Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Hery Rudolf Nahak, Sekretaris Utama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Sujahar Diantoro, dan Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati.

- Advertisement -

“Ini sebagai bukti bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat menjaga NKRI. Kita jaga daerah perbatasan dengan negara Palau,” katanya.

Pulau Fani merupakan pulau yang tidak berpenghuni. Prasasti dipasang untuk mencegah agar tidak dicaplok negara lain.

“Sudah ada pengalaman yang terjadi terhadap sejumlah pulau terluar Indonesia yang dicaplok negara-negara tetangga, sehingga perlu pemancangan ini dibuat, karena menurut cerita masyarakat Raja Ampat, orang-orang dari negara Palau datang ke Pulau Fani,” katanya.

Dominggus Mandacan juga berpesan pada pasukan TNI-AL yang bertugas di Pos AL Pulau Fani dan masyarakat di Distrik Kepulauan Ayau agar menjaga kedaulatan NKRI di batas terluar negara Indonesia.

Usai memasang prasasti, gubernur bersama rombongan menyempatkan waktu berkunjung ke Kampung Ruthum Distrik Kepulauan Ayau. Ruthum merupakan salah satu kampung terluar di Papua Barat yang dihuni oleh 331 kepala keluarga dengan total jumlah penduduk sebanyak 1.407 jiwa.

“Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati menegaskan Kepulauan Ayau selama ini aman. Masyarakat pun setia untuk mempertahankan kedaulatan NKRI di wilayah tersebut,” katanya.

Gubernur menambahkan penjagaan di wilayah tersebut selama ini belum didukung dengan fasilitas yang memadai. Ia berharap pemerintah pusat melengkapi fasilitas yang dibutuhkan TNI di kepulauan tersebut.

“Alutsista perairan sangat dibutuhkan, begitu juga peralatan pendukung lainnya. Dari cerita personel TNI di sana pernah ada drone asing terbang di atas Kepulauan Ayau. Kita harus perketat tidak boleh lengah,” katanya.(EP/Ant)

Berita terkini

Kejamnya Rezim Bashar al-Assad, Tetap Tidur Nyenyak Meski Banyak Anak-Anak Tewas Diterjang Peluru dan Bom Pasukannya

Indonesiainside.id, Al Bab - Seorang anak perempuan berusia 10 tahun tewas karena tertembak oleh pasukan rezim Bashar al-Assad pada Rabu(1/7) di distrik al-Bab, Suriah...
- Advertisement -
ads1 mekarsari

Uji Coba Buka Destinasi Wisata, Prambanan dan Ratu Boko Terapkan Protokol Kesehatan

Indonesiainside.id, Jakarta - PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko menerapkan protokol kesehatan ketat bagi wisatawan yang berkunjung...

Setelah 100 Hari Lockdown, Apa yang Terjadi di Inggris?

Indonesiainside.id, London - Banyak langkah dan perubahan yang telah dilewati Inggris selama masa pandemi. Terhitung hingga Selasa (30/6), Inggris sudah melewati 100 hari penerapan...

Menkes Selandia Baru Mengundurkan Diri Usai Kasus Covid-19 Muncul Lagi, Pak Terawan Bagaimana?

Indonesiainside.id, Wellington - Menteri Kesehatan Selandia Baru David Clark mengundurkan diri pada Kamis (2/7) usai mendapat kritik atas kekeliruan terkait fasilitas karantina yang menjadi...

Berita terkait

Komnas Perempuan Sesalkan Penundaan RUU P-KS

Indonesiainside.id, Jakarta - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyesalkan penundaan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS) oleh DPR...

Analis Politik: Airlangga Hartarto dan Luhut Harus Di-reshuffle

Indonesiainside.id, Jakarta - Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta, Ubedillah Badrun, meminta Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle terhadap Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Menko...

API Dukung Jaksa Agung Bongkar Mafia Tekstil Dalam Negeri

Indonesiainside.id, Jakarta - Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Rizal Tanzil Rakhman, mengatakan, API memberikan dukungan penuh kepada Jaksa Agung untuk membongkar skandal penyelundupan...

Setuju RUU PRT, F-PKS Sebut Banyak Pekerja Rumah Tangga Belum Dilindungi Hukum

Indonesiainside.id, Jakarta - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR menyetujui Rancangan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU Perlindungan PRT). RUU PRT bertujuan agar negara...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here